Kamis, 15 Maret 2012

hujani pikiranku

mendung
Jika masih ada yang bertanya padaku, kenapa aku terlalu memanjakannya dengan menuruti semua permintaannya, aku tekankan sekali lagi itu karena, aku mencintainya.
tapi,,
kenapa kali ini, cinta yang kurasakan bernuansa mendung?hujan kotak hati
semuanya seakan terpaksa. Kata teman-teman, aku bego' karena mencintai orang yang salah. tak banyak juga yang memperingatiku untuk berhati-hati.
"untuk saat ini mungkin dia terlihat manis, tapi kita semua gak ada yang tau, apa yang di rencanakannya untuk merusak kamu..!" kata rify padaku. ia termasuk teman terbaikku, dan mengenal baik siapa pacarku.
pertanyaannya,,,

apa dia itu tipe laki-laki yang sukanya merusak wanita saja??

"kita gak bisa bilang kalau dia itu sudah merusak, atau pun suka merusak, atau mau merusak, atau apa pun itu..! tapi sebagai wanita itu, sudah seharusnya untuk jaga diri...! kedekatan kamu sama dia meresahkan warga kampus tau...!" kiki tak mau tinggal diam begitu aku sampai di kampus dan di antar olehnya.
"kenapa sih, kalian selalu berpikiran negatif tentang dia? pamalih...! gak baik tau..! itu namanya suudzhon...!" kataku mencoba membela
kiki cuma bisa menarik nafas dan memandangku dengan tatapan iba
aku meliriknya sinis...
"bego' lu...!" kata kiki dan mendorong kepalaku dengan pulpen yang sedari tadi ia pegang untuk menulis catatan-catatan yang selalu ia bawa kemana-mana.

iya sih, memang yang dikatakan kiki ada benarnya. sebagai wanita, memang gak ada salahnya untuk jaga diri. tapi, nanda yang ku kenal, takkan melakukan hal sekeji itu padaku. lagian, dia bilang padaku bahwa dia sangat mencintaiku dan menyayangiku.

"kenapa aku bisa sesayang ini sama cewek endut kaya kamu ya?" kata nanda padaku saat kami tengah menikmati pemandangan di taman bangau. "kamu tau? dari dulu, cewek endut itu gak pernah masuk kedalam daftar cewek favorite aku...! tapi kali ini beda...!" aku tersenyum mendengar pengakuan itu darinya. tapi siapa yang tau kalau itu tulus? bisa saja kan cuma manis di mulut doank..!

"saat ini mungkin kamu bisa tersenyum senang bersamanya, tapi suatu hari nanti... kamu akan menangis tersedu-sedu dan memohon-mohon padanya seperti pengemis" perkataan putri benar-benar menyakitkan.
"elu doain gue ya! buruk amat...!" kataku berpura-pura cuek
"bukan doain,,,! cuma memperingati...!" katanya lagi dan melanjutkan membaca novel kesayangannya yang sudah lama ia baca tapi tak kunjung selesai. maklumlah, namanya juga mahasiswa.. banyak tugas yang juga minta jatah untuk di selesai kan.

"kamu mau kan jadi istri aku?" tanya nanda padaku suatu hari. aku tertawa kecil mendengarnya "kok ketawa? ada yang lucu?"
"mau gak ya??" kataku dan tertawa.
"serius nih..!" desaknya
"..." aku tersenyum dan perlahan mengangguk mengiyakan
"love you..!" katanya
"lup yu tu" jawabku dan ia mencium keningku lembut.


hari demi hari terlewati. hubungan kami pun sudah berlangsung beberapa minggu. dan sifat aslinya pun terlihat.
ia suka memaksa, dan matre'.

sepeda motor yang kumiliki, seakan-akan miliknya.
dan setiap kami pergi kencan, selalu aku yang bayar.
masih sopan jika ia beralasan dompetnya ketinggalan atau apalah..
hhss...
dan aku harus mengantarnya setiap hari sepulang dari kampus.
apa seperti itu yang dinamakan cinta?????????

"kamu itu makin lama makin begok aja ya! mau aja jadi budak dia..
aduh,,, makin hari makin aku kasihan liat kamu." kata zain. salah satu temen dekat nanda.
"aku juga ngerasa gitu..." jawabku dan menghela nafas panjang
"orang tua kamu itu, capek-capek kerja untuk nguliahin kamu.. eh di kampus kamu malah jadi ojeknya dia. kalau aku jadi cewek sih, udah aku tabok-tabok tuh anak..!" zain melihatku dalam dan kemudian menunduk sejenak dan melirikku lagi "sampai kapan kamu bisa bertahan?? dengan sifat dia yang seperti itu?"
aku tersentak...
tak  pernah terpikirkan di benakku untuk berakhir. mungkin ini efek karena aku terlalu di perbudak olehnya.
entah lah,, rasanya aku begok banget.
"sampai kapan?? jawab...!" zain memaksa

aku terdiam menatap lantai sekretariat. sedangkan zain masih dalam posisinya, menatapku penuh rasa kasihan dan prihatin
***





Tidak ada komentar:

Posting Komentar