Kamis, 29 Maret 2012

Kau harus tau

Engkau harus tau...
dalam rasa ini padamu
laksana matahari yang membelenggu malam
dengan sinarnya
cahayanya menembus segala celah
seperti rasa ini..
yang mewarnai seluruh
belahan hidupku
dan sangat berarti



written by Bulan arrafiqa

Hilang



aku kabur dari kenyataan
menuju kegelapan
tiada yang menemani
sepi..
sunyi...
yang ada hanya tangisan
dan jeritan maya
yang abadi
entahlah..
mungkin tak kekal

apa itu?
air matakah?
tapi kenapa harus air mata?
tunggu sampai ada yang tau
tanpa harus di beritahu
ah..
lupakan,,,
lupakan diri yang terpuruk ini
yang tahunya
cuma menangis...
dalam gelapnya malam
tanpa bulan...
tanpa bintang..


written by
"bulan arrafiqa"

Jumat, 23 Maret 2012

buat dia menyayangimu

kamu punya pacar atau istri? dan kamu menyadarinya bahwasannya dia sudah mulai kurang sayang padamu??
mau dia balik sayang and care sama kamu?
gampang...! nih nih...
gue kasih tips and saran untuk kamu-kamu yang mulai kehilangan rasa kasih sayang, dan cinta dari cewek atau istri kamu..!
di simakya, penting nih...!!

1.cium kening/kepalanya




sesering mungkin untuk mencium keningnya. karena wanita itu, akan merasa di hargai dan di sayangi saat kamu mencium kepalanya. tapi kamu juga mesti tau donk, saat-saat seperti apa saja yang bagus untuk mencium keningnya. jangan coba-coba mencium keningnya saat dia lagi emosi. bisa di tabok lu... kan sakit.
tapi kamu juga harus menciumnya dengan lembut. jangan asal main nyosor aja.
kamu juga jangan memegang bagian tubuhnya yang aneh-aneh saat mencium keningnya. cukup memegang bagian kepalanya, atau pipinya. bisa juga memegang lehernya. tapi lebih baik kamu mencium nya sambil menggenggam pergelangan tangannya.

2. belai kepalanya
sambil mengobrol, tak ada salahnya kamu membelai dengan mesra kepalanya.
atau menggerai rambutnya. atau saat dia kelelahan, mengantuk, dan sedih.

 usahakan agar kamu menatap matanya lembut dan tak berkedip saat mengelus kepalanya.

3. jangan membelikannya hadiah
nah,,, heran kan?
biasanya tuh cewek pasti suka banget di kasih hadiah. lah ini??
kamu tau? kalau mood cewek lagi bete', or lagi sebel plus kesel ama kamu... kamu jangan sekali-sekali berani membelikannya barang-barang untuk membujuknya.
bukannya senang, malah dia akan marah. karena dia akan merasa kamu menganggapnya cewek gampangan yang bisa di nurut hanya dengan barang.

 kalau bersikeras untuk memberikannya hadiah, bisa-bisa akibatnya fatal loh.
dia akan membuang hadiah itu, atau mencampakannya dengan kasar. yang parahnya lagi, jika dia melakukannya di depan umum.
mau??

4. berlaku romantis
kenapa?
ya udah jelas lah,, cewek mana pun itu, suka sama cowok romantis.
tapi ada juga loh, cewek yang gak terlalu suka sama cowok romantis.
malah ada juga yang jijik dan merasa bahwa tindakan romantis itu 'lebay'. hihihi... kalau kamu punya istri atau cewek yang tipenya seperti ini nih,,
udah sabar aja. hahaha.. XD. gak ah... becanda.
sikap romantis itu banyak.
ada yang terlihat langsung, ada yang gak langsung.
misalnya nih,,,
si dia suka banget makan pisang.
kamu bisa aja meletakkan satu sisir pisang di meja makan, atau di dalam tasnya secara diam-diam.
ini kalau dia suka pisang loh.
jangan beneran kamu masukin pisang kedalam tasnya ya! nanti dia marah besar loh. karena ini cuma permisalan.
yah, kamu pasti tau lah, dia sukanya apa.
kalau gak tau...
paragh lu... cowok apaan tuh...
 beri kejutan sebuah barang yang paling ia butuhkan. menunjukkan bahwa anda
                                         sangat memperhatikannya.


5. Minimkan waktu untuk bertemu dengannya

pasti sanggup donk...!
mungkin sedikit sulit untuk melakukannya. tapi percayalah, hal ini akan membuatnya rindu pada anda.

terkadang, wanita itu jenuh bila harus bertemu dengan anda setiap hari.
bukan karena sudah tak cinta, tentu kejenuhan itu tidak bisa kita salahkan padanya seratus persen.
bukan berarti anda harus tak pulang-pulang kerumah, atau berpura-pura memusuhinya.
melainkan, mungkin anda bisa mengisi waktu luang dengan teman-teman anda.
bisa jadi dengan minum kopi, atau pangkas, atau apa saja.



                      dia akan merindukan anda tanpa anda pinta

 karena sudah pasti dia akan merasa kesepian. karena (mungkin) sudah tidak ada lagi yang menanyakan keadaannya. "sudah makan?", "uda bangun?". "ayank udah mandi?", "udah bantu2 mama blum?", "lagi ngapain?", "udah bobo ya?", dan lain-lain.
udah gak ada lagi (mungkin) yang mengantarkannya ke pasar, kampus, mall, pulang sekolah, pulang kerja, dan lain-lain.
tapi, usahakan agar kamu tidak di curigai olehnya (gara2 sibuk banget). misalnya sedang berselingkuh. kamu harus tunjukkan padanya bahwa sesibuk apa pun kamu, kamu tetap memperhatikannya.
karena toh, kamu memang hanya mencintainya kan?
kalau ada wanita lain selain dia, MATI ja lo...!!
hehe....

tapi, jika memang dia sudah mencintai orang lain (bagi yang berpacaran).
ya udah lah, pasrah aja. cinta itu gak bisa di paksakan. kamu harus mengerti itu. jika kamu berdalih, "biarpun wanita di dunia ini bejibun, (rame.red) hanya dia yg bisa mengisi ruang kosong di hati ini..." (mengisi ruang kosong? sebesar apa sih ruangan di hati lu itu? hehe kidd) kamu salah.
kamu berdalih seperti itu, karena kamu tidak membuka mata kamu lebar-lebar. kamu memandang dunia ini hanya dengan sebelah mata saja.
dan itu gak bagus,
kamu harus mengubah pola pikir yang seperti ini.

melupakannya memang bukan hal mudah, tak semudah membalikkan gorengan di kuali. (lah??)
tapi buat apa lagi mencintai seseorang yang sudah tak memiliki rasa padamu??? itu adalah perbuatan yang sia-sia.

so,,,??

aduuhh...
pake tanya lagi.
yaudah... lupakan dia.
lupakan dia secara perlahan.
kamu harus yakin, kamu pasti bisa.
"yakin usaha sampai"
tapi nih, kalau kamu merasa (kalo merasa) dia masih ada rasa sama kamu,
kamu harus menyakinkan dia, bahwa kamu adalah satu-satunya laki-laki yang pantas untuknya. dan bisa menerima dia apa adanya.

kalo untuk yang uda merid nih,
kamu bicarakan baik-baik sama 'doi'.
mustahil dia uda gak cinta sama anda lagi. yakin deh, dia itu masih sangat sayang sama anda. tapi mungkin ada perbuatan anda yang membuat dia muak dan rasanya ingin sekali tak bertemu dengan anda barang sehari aja.
tanyakan padanya (baik2 donk) apa itu...
dan berusahalah untuk merubah hal itu.
di saat seperti ini, mengungkapkan keburukannya yang anda tak suka bukan lah hal tepat. nanti saja.... ada waktunya.
misalnya, menjelang tidur. itu waktu yang pas banget untuk mengatakan hal itu.

nah, sepertinya ini aja deh yang bisa saya sampaikan.
kalau kamu-kamu punya saran, komen aja di bawah ini...
saling berbagi ya... ^_^
bye....
sampai jumpa di catatan saya yang lainnya.... :)

assalamualaikum...

tak semudah membalikkan telapak tangan...!

akhirnya..
aku wisuda. gelar Dr pun di jajarkan di awal namaku.
ada sedikit rasa bangga yang menyeruak begitu aku mendengar seseorang memanggil ku dengan sebutan "pak dokter".
dan melihat sebuah papan nama yang menempel di bajuku "Dr.hendrawan"
memang sih, aku hanya seorang psikiater.
tapi untuk mendapatkan gelar pak dokter itu tak semudah membalikkan telapak tangan.
di pesta wisuda ini, beberapa orang keluargaku hadir. bahagia sih,,, tapi ada satu hal yang membuatku sedikit tak bahagia.
"mama"
beliau tak hadir.
kabarnya sih, encoknya mama lagi kumat. jadi nggak bisa bangkit dari kasurnya.
bukannya mau tak mau, melainkan aku memang, bahkan harus, bukan harus lagi sih.. tapi aku memang akan pulang kampung dan menemui beliau.
aku harap mama bangga dengan gelar yang sudah susah payah aku dapatkan ini.

berfoto-foto sudah pasti menjadi hal yang paling utama di lakukan begitu acara wisudawan selesai di selenggarakan.
paman dan bibi mengantarkanku ke stasiun K.A esok harinya.
"sampaikan salam tante sama mamamu ya, hen..!"
"iya, tan..!" jawabku dan tersenyum.
aku masih berdiri di pintu gerbong sampai kreta api melaju. dan aku melambai-lambaikan tanganku pada sepasang suami-istri yang romantis itu.
semoga saja, suatu hari nanti aku mendapatkan calon istri yang soleha dan dapat membangun rumah tangga yang tak kalah harmonis dan romantis seperti mereka. amin ya robb

sesampainya di kampung halaman yang sangat kurindukan itu, warga kampung meyambutku dengan suka cita. anak-anak kampung berlarian mengitariku.
seraya berkata "pak dokter.. pak dokter..." aku tersenyum saja mendengar teriakan anak-anak kampung yang menggemaskan itu.

tak jauh, terlihat rumahku masih dengan cat tembok kuningnya, berdiri di antara rumah-rumah mewah masa kini, tapi ia tetap tak terlihat kumuh. walau gentengnya sudah tak lagi bersinar menyilaukan, malahan memberikan kesan darah yang melumuri seng rumahku, rumah itu tetap indah di pandang. dan di rumah itulah aku di besarkan.

seorang laki-laki bercelanakan biru pendek, aku yakin itu celana seragam sekolah SMP, tersenyum menyambutku di teras rumah.
"bang hendra..." serunya dan menyalamiku
dia adikku hendri. ia masih duduk di bangku SMP. kulitnya yang dulu putih, kini mulai gelap. mungkin, 5 tahun ku tinggal, dia suka main panas-panasan.
hendri membantuku mengangkat koper dan tas-tas berat yang sedari tadi ku jinjing.
aku mengelus kepalanya kasar. ia meringih namun tertawa
sudah lama sekali kami tak bertemu. dan sekarang dia sudah remaja. terakhir kutinggalkan, hendri  masih bercelana merah dan masih setinggi pinggangku.
sekarang ia sudah hampir sama tingginya denganku.
"mama mana dek?" tanyaku
"di kamar bang, lagi ngambek..." katanya dan tertawa jahil
"ngambek kenapa??" tanyaku dan tersenyum
hendri tak menjawab.
ku sibak tirai kamar mama. pintu kamarnya di biarkan terbuka.
aku mengetuk daun pintu dan terlihatlah tubuh lemah itu sedang duduk bersandar pada kursi goyang yang menghadap ke jendela.
aku masuk, dan berdiri di belakang kursi beliau.
dari jendela ini, aku bisa melihat teras dan halaman yang dipenuhi anak-anak kampung yang bermain kelerang dan lompat tali dengan riangnya.
tak salah lagi, pasti mama sudah melihat kehadiranku lewat jendela kumuh ini.
"ma..." seruku
"mama tidak butuh, dokter yang tak bisa menyembuhkan...!"
perkataan mama bagai halilintar yang memecah jagad raya. belum sempat aku berbasa-basi, beliau sudah menghadangku dengan perkataan yang bagai pedang tajam yang menghunus ke hidungku.
"tidak ada dokter yang tidak bisa menyembuhkan...!" kataku membela diri.
mungkin mama kecewa karena aku bukanlah seorang dokter seperti yang berada di rumah sakit itu.
seperti dokter bedah, dokter umum, dokter gigi, dan lain-lain.
mungkin, menurut mama aku hanya bisa menjadi tempat curhat orang-orang yang memiliki masalah saja.
pada kenyataannya tidak seperti itu.
mungkin aku memang hanya sebatas seorang dokter jiwa saja, tapi...
ah, sudahlah... percuma menjelaskannya. mama toh tetap akan melihatku dengan sebelah mata.

"apa kamu bisa mengoprasi orang yang tertembak?" tanya mama, namun matanya sama sekali tak melirikku. aku terdiam.
"apa kamu bisa mengobati orang yang mengidap penyakit jantung? kanker? gagal ginjal,..??"
"hendra bukan dokter..." belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku
mama sudah memotongnya
"ia, kamu bukan dokter!! kamu adalah seorang dokter sampai kamu bisa mengobati penyakit orang...!"
"mama...." tak terasa air mataku jatuh juga.

aku berjalan dan berdiri di hadapan beliau. ia masih tak melihat wajahku.
aku terduduk dan memeluk kakinya erat.
bukan ini yang kuharapkan.

dulu, sewaktu aku masih kecil, mama selalu berkata padaku
"kalau sudah besar nanti, hendra mau kan, jadi dokter seperti papa?"
"mau ma..." jawabku
"biar bisa ngobatin orang kampung kita, biar bisa nyembuhin orang-orang sakit,.. hendra mau kan menolong orang sakit??"
"iya ma, mau...!" jawabku polos.
mama mencium kepalaku lembut dan mengelusnya dengan penuh kasih sayang
saat itu, mama tengah mengandung adikku hendri
aku mengelus-elus perut mama yang besar.
"kalau hendra sudah jadi dokter, hendra bisa nolongin orang melahirkan...! hendra mau punya adik kan sayang?"
"mau ma...!" jawabku girang
"kalau adiknya perempuan, mau di kasih nama apa?"
"indli..." jawabku
"indli?" mama bertanya memastikan
"indllii... indli, indli..." jawabku seraya berteriak-riak tak jelas. berharap mama mengerti, yang kumaksud itu bukan indli, tapi indri.
"ohh... indri....!"
"iya ma...!" jawabku dan terseyum
"kalau laki-laki?? namanya siapa??"
"em,,, hendli..!" jawabku mantap
"hendri??"
"..." aku mengangguk menggemaskan
"namanya sama donk, kaya kamu..."
"gak papa ma, bial adeknya cakep kayak hendla..."
"hahaha..." mama tertawa dan mendekapku erat

tapi kenyataannya, aku tidak menjadi dokter seperti yang diharapkan mama.
aku mengambil spesialis jiwa.
mama murka.

ku hapus air mataku dan melirik wajah mama yang sama sekali tak ada senyum.
"ma,, mama gak kangen sama hendra? anak mama yang ganteng ini??" tanya ku manja dan memeluk beliau mesra.
mama tak berkutik
"ayo lah ma, balas pelukan anak mama yang merindukan mamanya ini...!" rengekku.
mama masih diam
"ma..." aku mulai ngeles terlihat mama mengerutkan dahinya
"berapa tahun kamu di kota? bukannya makin dewasa, malah makin manja..."
seru mama
aku tak peduli dan memeluk beliau sekali lagi.
dan mama pun membalas pelukanku.
ya robb,, aku udah kangen banget sama bau badan mama.
pelukan hangat mama.
seandainya saja, allah memberhentikan waktu semenit aja.
aku akan sangat bahagia.

"udah ah,,.,! kamu gak malu di liat adikmu seperti ini??" mama melepaskan pelukannya dan mendorongku lemah.
"ngapain malu...! kan mama hendra sendiri. bukan mama orang...!"
sepertinya, amarah mama sudah mereda.

hendri masuk dan duduk di kasur mama.
kami pun mulai bercerita melepas rindu. sejak papa meninggal, mama seorang diri menafkahi aku dan adikku dengan tak kenal lelah.
sudah berkali-kali beliau berpindah-pindah tempat kerja.
pernah juga mama membuka rumah makan. tapi pekerjaan itu tak berlangsung lama. karena kebanyakan masyarakat kampung disini menghutang dan tak bisa membayar karena kemiskinan.
kemudian mama berpindah kerja menjadi penjahit.
hal itu juga tak berlangsung lama. karena pada dasarnya, orang-orang di kampung ini juga tak memiliki uang untuk membeli bakal dan menjahitkannya pada mama.
biasanya juga mereka membeli baju yang sudah jadi di toko. itu pun kalau mau lebaran saja. atau sehabis mendapatkan sembako.
miris memang melihat kehidupan masyarakat kampungku ini.
yah,, memang bukan kampung asli ku sih.
maka dari itu, mama sangat ingin aku menjadi dokter umum. agar bisa membuka klinik gratis bagi orang-orang kampung yang tidak mampu.

tapi begitu mendengar kabar bahwa aku mengambil specialis kejiwaan, mama sangat kecewa. karena aku tidak bisa meneruskan jejak-jejak papa sebagai seorang dokter umum.

Selasa, 20 Maret 2012

kosong by ebiet g ade

Ketika diam menjerat aku ke dalam ruang hampa
Angin berhembus, tajam mengiris, menusuk rembulan
BayanganMu seperti lenyap disapu gelombang
Perahuku terombang-ambing dan tenggelam

Ketika hening merenggut aku ke dalam galau jiwa
Suara ranting meronta-ronta, merobek mentari
DekapanMu masih terasa hangat dalam darah
Bintang-gemintang bersembunyi dalam kelam

Kosong,  pikiran hampa menerawang
Kosong,  langit terasa semakin gelap
Entah bermimpi tentang apa,
terpenggal-penggal
Entah sujud kepada siapa
aku berserah

Mestinya aku hanya diam dalam tawakal
atau kuurai air mata dalam sembahyang

Sabtu, 17 Maret 2012

Ebiet G.Ade - Kupu-Kupu Kertas

Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata katamu riuh mengalir bagai gerimis

Seperti angin tak pernah diam
Selalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan berhenti menipu diri

Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram

Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari segala kekotoran
Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharapkan badai datanglah
Gemuruhnya akan
Melumatkan semua kupu kupu kertas

Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram

Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram

Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram

Kamis, 15 Maret 2012

hujani pikiranku

mendung
Jika masih ada yang bertanya padaku, kenapa aku terlalu memanjakannya dengan menuruti semua permintaannya, aku tekankan sekali lagi itu karena, aku mencintainya.
tapi,,
kenapa kali ini, cinta yang kurasakan bernuansa mendung?hujan kotak hati
semuanya seakan terpaksa. Kata teman-teman, aku bego' karena mencintai orang yang salah. tak banyak juga yang memperingatiku untuk berhati-hati.
"untuk saat ini mungkin dia terlihat manis, tapi kita semua gak ada yang tau, apa yang di rencanakannya untuk merusak kamu..!" kata rify padaku. ia termasuk teman terbaikku, dan mengenal baik siapa pacarku.
pertanyaannya,,,

apa dia itu tipe laki-laki yang sukanya merusak wanita saja??

"kita gak bisa bilang kalau dia itu sudah merusak, atau pun suka merusak, atau mau merusak, atau apa pun itu..! tapi sebagai wanita itu, sudah seharusnya untuk jaga diri...! kedekatan kamu sama dia meresahkan warga kampus tau...!" kiki tak mau tinggal diam begitu aku sampai di kampus dan di antar olehnya.
"kenapa sih, kalian selalu berpikiran negatif tentang dia? pamalih...! gak baik tau..! itu namanya suudzhon...!" kataku mencoba membela
kiki cuma bisa menarik nafas dan memandangku dengan tatapan iba
aku meliriknya sinis...
"bego' lu...!" kata kiki dan mendorong kepalaku dengan pulpen yang sedari tadi ia pegang untuk menulis catatan-catatan yang selalu ia bawa kemana-mana.

iya sih, memang yang dikatakan kiki ada benarnya. sebagai wanita, memang gak ada salahnya untuk jaga diri. tapi, nanda yang ku kenal, takkan melakukan hal sekeji itu padaku. lagian, dia bilang padaku bahwa dia sangat mencintaiku dan menyayangiku.

"kenapa aku bisa sesayang ini sama cewek endut kaya kamu ya?" kata nanda padaku saat kami tengah menikmati pemandangan di taman bangau. "kamu tau? dari dulu, cewek endut itu gak pernah masuk kedalam daftar cewek favorite aku...! tapi kali ini beda...!" aku tersenyum mendengar pengakuan itu darinya. tapi siapa yang tau kalau itu tulus? bisa saja kan cuma manis di mulut doank..!

"saat ini mungkin kamu bisa tersenyum senang bersamanya, tapi suatu hari nanti... kamu akan menangis tersedu-sedu dan memohon-mohon padanya seperti pengemis" perkataan putri benar-benar menyakitkan.
"elu doain gue ya! buruk amat...!" kataku berpura-pura cuek
"bukan doain,,,! cuma memperingati...!" katanya lagi dan melanjutkan membaca novel kesayangannya yang sudah lama ia baca tapi tak kunjung selesai. maklumlah, namanya juga mahasiswa.. banyak tugas yang juga minta jatah untuk di selesai kan.

"kamu mau kan jadi istri aku?" tanya nanda padaku suatu hari. aku tertawa kecil mendengarnya "kok ketawa? ada yang lucu?"
"mau gak ya??" kataku dan tertawa.
"serius nih..!" desaknya
"..." aku tersenyum dan perlahan mengangguk mengiyakan
"love you..!" katanya
"lup yu tu" jawabku dan ia mencium keningku lembut.


hari demi hari terlewati. hubungan kami pun sudah berlangsung beberapa minggu. dan sifat aslinya pun terlihat.
ia suka memaksa, dan matre'.

sepeda motor yang kumiliki, seakan-akan miliknya.
dan setiap kami pergi kencan, selalu aku yang bayar.
masih sopan jika ia beralasan dompetnya ketinggalan atau apalah..
hhss...
dan aku harus mengantarnya setiap hari sepulang dari kampus.
apa seperti itu yang dinamakan cinta?????????

"kamu itu makin lama makin begok aja ya! mau aja jadi budak dia..
aduh,,, makin hari makin aku kasihan liat kamu." kata zain. salah satu temen dekat nanda.
"aku juga ngerasa gitu..." jawabku dan menghela nafas panjang
"orang tua kamu itu, capek-capek kerja untuk nguliahin kamu.. eh di kampus kamu malah jadi ojeknya dia. kalau aku jadi cewek sih, udah aku tabok-tabok tuh anak..!" zain melihatku dalam dan kemudian menunduk sejenak dan melirikku lagi "sampai kapan kamu bisa bertahan?? dengan sifat dia yang seperti itu?"
aku tersentak...
tak  pernah terpikirkan di benakku untuk berakhir. mungkin ini efek karena aku terlalu di perbudak olehnya.
entah lah,, rasanya aku begok banget.
"sampai kapan?? jawab...!" zain memaksa

aku terdiam menatap lantai sekretariat. sedangkan zain masih dalam posisinya, menatapku penuh rasa kasihan dan prihatin
***