aku gak percaya ramalan..!
tapi baru aja dtg kabar sperti ini
Anda melihat bintang, dan dengan alasan yang sangat baik pria yang luar biasa baru saja memasuki kehidupan Anda. Koneksi Anda menakjubkan hampir tampak pergi jiwa yang mendalam. Mungkinkah ini yang asli?
maksud dr yg di bold tu apa ya???????? hemz...... kok jd bgung gini seh???
trus yg asli itu..?? mksud na jodoh seumur hidup?? wah wah wah...
siapa ya kira2 org na?? jadi penasaran.. >.<
Selasa, 10 April 2012
Rabu, 04 April 2012
izinkan aku Tuhan
Tuhan,, izinkan aku menangis
Tuhan,,, kau tau aku rapuh tanpaMu
Tuhan,,
jika suatu hari nanti
aku kan patah
izinkan aku Tuhan
untuk bahagia sejenak saja
bersama orang-orang yang aku sayangi
walau orang-orang yang ku sayangi
tak tau..
bahkan tak mau
atau tak peduli
pada ku,, yang menyayangi mereka
biarkan saja..
karna ini adalah permintaan terakhir ku..
Tuhan,,,
izinkan aku menangis..
dan bahagia...
bersama orang-orang
yang kucintai......
By: Bulan arrafiqa
Kamis, 29 Maret 2012
Kau harus tau
Engkau harus tau...
dalam rasa ini padamu
laksana matahari yang membelenggu malam
dengan sinarnya
cahayanya menembus segala celah
seperti rasa ini..
yang mewarnai seluruh
belahan hidupku
dan sangat berarti
written by Bulan arrafiqa
dalam rasa ini padamu
laksana matahari yang membelenggu malam
dengan sinarnya
cahayanya menembus segala celah
seperti rasa ini..
yang mewarnai seluruh
belahan hidupku
dan sangat berarti
written by Bulan arrafiqa
Hilang
aku kabur dari kenyataan
menuju kegelapan
tiada yang menemani
sepi..
sunyi...
yang ada hanya tangisan
dan jeritan maya
yang abadi
entahlah..
mungkin tak kekal
apa itu?
air matakah?
tapi kenapa harus air mata?
tunggu sampai ada yang tau
tanpa harus di beritahu
ah..
lupakan,,,
lupakan diri yang terpuruk ini
yang tahunya
cuma menangis...
dalam gelapnya malam
tanpa bulan...
tanpa bintang..
written by
"bulan arrafiqa"
Jumat, 23 Maret 2012
buat dia menyayangimu
kamu punya pacar atau istri? dan kamu menyadarinya bahwasannya dia sudah mulai kurang sayang padamu??
mau dia balik sayang and care sama kamu?
gampang...! nih nih...
gue kasih tips and saran untuk kamu-kamu yang mulai kehilangan rasa kasih sayang, dan cinta dari cewek atau istri kamu..!
di simakya, penting nih...!!
1.cium kening/kepalanya
sesering mungkin untuk mencium keningnya. karena wanita itu, akan merasa di hargai dan di sayangi saat kamu mencium kepalanya. tapi kamu juga mesti tau donk, saat-saat seperti apa saja yang bagus untuk mencium keningnya. jangan coba-coba mencium keningnya saat dia lagi emosi. bisa di tabok lu... kan sakit.
tapi kamu juga harus menciumnya dengan lembut. jangan asal main nyosor aja.
kamu juga jangan memegang bagian tubuhnya yang aneh-aneh saat mencium keningnya. cukup memegang bagian kepalanya, atau pipinya. bisa juga memegang lehernya. tapi lebih baik kamu mencium nya sambil menggenggam pergelangan tangannya.
2. belai kepalanya
sambil mengobrol, tak ada salahnya kamu membelai dengan mesra kepalanya.
atau menggerai rambutnya. atau saat dia kelelahan, mengantuk, dan sedih.
usahakan agar kamu menatap matanya lembut dan tak berkedip saat mengelus kepalanya.
3. jangan membelikannya hadiah
nah,,, heran kan?
biasanya tuh cewek pasti suka banget di kasih hadiah. lah ini??
kamu tau? kalau mood cewek lagi bete', or lagi sebel plus kesel ama kamu... kamu jangan sekali-sekali berani membelikannya barang-barang untuk membujuknya.
bukannya senang, malah dia akan marah. karena dia akan merasa kamu menganggapnya cewek gampangan yang bisa di nurut hanya dengan barang.
kalau bersikeras untuk memberikannya hadiah, bisa-bisa akibatnya fatal loh.
dia akan membuang hadiah itu, atau mencampakannya dengan kasar. yang parahnya lagi, jika dia melakukannya di depan umum.
mau??
4. berlaku romantis
kenapa?
ya udah jelas lah,, cewek mana pun itu, suka sama cowok romantis.
tapi ada juga loh, cewek yang gak terlalu suka sama cowok romantis.
malah ada juga yang jijik dan merasa bahwa tindakan romantis itu 'lebay'. hihihi... kalau kamu punya istri atau cewek yang tipenya seperti ini nih,,
udah sabar aja. hahaha.. XD. gak ah... becanda.
sikap romantis itu banyak.
ada yang terlihat langsung, ada yang gak langsung.
misalnya nih,,,
si dia suka banget makan pisang.
kamu bisa aja meletakkan satu sisir pisang di meja makan, atau di dalam tasnya secara diam-diam.
ini kalau dia suka pisang loh.
jangan beneran kamu masukin pisang kedalam tasnya ya! nanti dia marah besar loh. karena ini cuma permisalan.
yah, kamu pasti tau lah, dia sukanya apa.
kalau gak tau...
paragh lu... cowok apaan tuh...
beri kejutan sebuah barang yang paling ia butuhkan. menunjukkan bahwa anda
sangat memperhatikannya.
5. Minimkan waktu untuk bertemu dengannya
pasti sanggup donk...!
mungkin sedikit sulit untuk melakukannya. tapi percayalah, hal ini akan membuatnya rindu pada anda.
terkadang, wanita itu jenuh bila harus bertemu dengan anda setiap hari.
bukan karena sudah tak cinta, tentu kejenuhan itu tidak bisa kita salahkan padanya seratus persen.
bukan berarti anda harus tak pulang-pulang kerumah, atau berpura-pura memusuhinya.
melainkan, mungkin anda bisa mengisi waktu luang dengan teman-teman anda.
bisa jadi dengan minum kopi, atau pangkas, atau apa saja.
dia akan merindukan anda tanpa anda pinta
karena sudah pasti dia akan merasa kesepian. karena (mungkin) sudah tidak ada lagi yang menanyakan keadaannya. "sudah makan?", "uda bangun?". "ayank udah mandi?", "udah bantu2 mama blum?", "lagi ngapain?", "udah bobo ya?", dan lain-lain.
udah gak ada lagi (mungkin) yang mengantarkannya ke pasar, kampus, mall, pulang sekolah, pulang kerja, dan lain-lain.
tapi, usahakan agar kamu tidak di curigai olehnya (gara2 sibuk banget). misalnya sedang berselingkuh. kamu harus tunjukkan padanya bahwa sesibuk apa pun kamu, kamu tetap memperhatikannya.
karena toh, kamu memang hanya mencintainya kan?
kalau ada wanita lain selain dia, MATI ja lo...!!
hehe....
tapi, jika memang dia sudah mencintai orang lain (bagi yang berpacaran).
ya udah lah, pasrah aja. cinta itu gak bisa di paksakan. kamu harus mengerti itu. jika kamu berdalih, "biarpun wanita di dunia ini bejibun, (rame.red) hanya dia yg bisa mengisi ruang kosong di hati ini..." (mengisi ruang kosong? sebesar apa sih ruangan di hati lu itu? hehe kidd) kamu salah.
kamu berdalih seperti itu, karena kamu tidak membuka mata kamu lebar-lebar. kamu memandang dunia ini hanya dengan sebelah mata saja.
dan itu gak bagus,
kamu harus mengubah pola pikir yang seperti ini.
melupakannya memang bukan hal mudah, tak semudah membalikkan gorengan di kuali. (lah??)
tapi buat apa lagi mencintai seseorang yang sudah tak memiliki rasa padamu??? itu adalah perbuatan yang sia-sia.
so,,,??
aduuhh...
pake tanya lagi.
yaudah... lupakan dia.
lupakan dia secara perlahan.
kamu harus yakin, kamu pasti bisa.
"yakin usaha sampai"
tapi nih, kalau kamu merasa (kalo merasa) dia masih ada rasa sama kamu,
kamu harus menyakinkan dia, bahwa kamu adalah satu-satunya laki-laki yang pantas untuknya. dan bisa menerima dia apa adanya.
kalo untuk yang uda merid nih,
kamu bicarakan baik-baik sama 'doi'.
mustahil dia uda gak cinta sama anda lagi. yakin deh, dia itu masih sangat sayang sama anda. tapi mungkin ada perbuatan anda yang membuat dia muak dan rasanya ingin sekali tak bertemu dengan anda barang sehari aja.
tanyakan padanya (baik2 donk) apa itu...
dan berusahalah untuk merubah hal itu.
di saat seperti ini, mengungkapkan keburukannya yang anda tak suka bukan lah hal tepat. nanti saja.... ada waktunya.
misalnya, menjelang tidur. itu waktu yang pas banget untuk mengatakan hal itu.
nah, sepertinya ini aja deh yang bisa saya sampaikan.
kalau kamu-kamu punya saran, komen aja di bawah ini...
saling berbagi ya... ^_^
bye....
sampai jumpa di catatan saya yang lainnya.... :)
assalamualaikum...
mau dia balik sayang and care sama kamu?
gampang...! nih nih...
gue kasih tips and saran untuk kamu-kamu yang mulai kehilangan rasa kasih sayang, dan cinta dari cewek atau istri kamu..!
di simakya, penting nih...!!
1.cium kening/kepalanya
sesering mungkin untuk mencium keningnya. karena wanita itu, akan merasa di hargai dan di sayangi saat kamu mencium kepalanya. tapi kamu juga mesti tau donk, saat-saat seperti apa saja yang bagus untuk mencium keningnya. jangan coba-coba mencium keningnya saat dia lagi emosi. bisa di tabok lu... kan sakit.
tapi kamu juga harus menciumnya dengan lembut. jangan asal main nyosor aja.
kamu juga jangan memegang bagian tubuhnya yang aneh-aneh saat mencium keningnya. cukup memegang bagian kepalanya, atau pipinya. bisa juga memegang lehernya. tapi lebih baik kamu mencium nya sambil menggenggam pergelangan tangannya.
2. belai kepalanya
sambil mengobrol, tak ada salahnya kamu membelai dengan mesra kepalanya.
atau menggerai rambutnya. atau saat dia kelelahan, mengantuk, dan sedih.
usahakan agar kamu menatap matanya lembut dan tak berkedip saat mengelus kepalanya.
3. jangan membelikannya hadiah
nah,,, heran kan?
biasanya tuh cewek pasti suka banget di kasih hadiah. lah ini??
kamu tau? kalau mood cewek lagi bete', or lagi sebel plus kesel ama kamu... kamu jangan sekali-sekali berani membelikannya barang-barang untuk membujuknya.
bukannya senang, malah dia akan marah. karena dia akan merasa kamu menganggapnya cewek gampangan yang bisa di nurut hanya dengan barang.
kalau bersikeras untuk memberikannya hadiah, bisa-bisa akibatnya fatal loh.
dia akan membuang hadiah itu, atau mencampakannya dengan kasar. yang parahnya lagi, jika dia melakukannya di depan umum.
mau??
4. berlaku romantis
kenapa?
ya udah jelas lah,, cewek mana pun itu, suka sama cowok romantis.
tapi ada juga loh, cewek yang gak terlalu suka sama cowok romantis.
malah ada juga yang jijik dan merasa bahwa tindakan romantis itu 'lebay'. hihihi... kalau kamu punya istri atau cewek yang tipenya seperti ini nih,,
udah sabar aja. hahaha.. XD. gak ah... becanda.
sikap romantis itu banyak.
ada yang terlihat langsung, ada yang gak langsung.
misalnya nih,,,
si dia suka banget makan pisang.
kamu bisa aja meletakkan satu sisir pisang di meja makan, atau di dalam tasnya secara diam-diam.
ini kalau dia suka pisang loh.
jangan beneran kamu masukin pisang kedalam tasnya ya! nanti dia marah besar loh. karena ini cuma permisalan.
yah, kamu pasti tau lah, dia sukanya apa.
kalau gak tau...
paragh lu... cowok apaan tuh...
beri kejutan sebuah barang yang paling ia butuhkan. menunjukkan bahwa anda
sangat memperhatikannya.
5. Minimkan waktu untuk bertemu dengannya
pasti sanggup donk...!
mungkin sedikit sulit untuk melakukannya. tapi percayalah, hal ini akan membuatnya rindu pada anda.
terkadang, wanita itu jenuh bila harus bertemu dengan anda setiap hari.
bukan karena sudah tak cinta, tentu kejenuhan itu tidak bisa kita salahkan padanya seratus persen.
bukan berarti anda harus tak pulang-pulang kerumah, atau berpura-pura memusuhinya.
melainkan, mungkin anda bisa mengisi waktu luang dengan teman-teman anda.
bisa jadi dengan minum kopi, atau pangkas, atau apa saja.
dia akan merindukan anda tanpa anda pinta
karena sudah pasti dia akan merasa kesepian. karena (mungkin) sudah tidak ada lagi yang menanyakan keadaannya. "sudah makan?", "uda bangun?". "ayank udah mandi?", "udah bantu2 mama blum?", "lagi ngapain?", "udah bobo ya?", dan lain-lain.
udah gak ada lagi (mungkin) yang mengantarkannya ke pasar, kampus, mall, pulang sekolah, pulang kerja, dan lain-lain.
tapi, usahakan agar kamu tidak di curigai olehnya (gara2 sibuk banget). misalnya sedang berselingkuh. kamu harus tunjukkan padanya bahwa sesibuk apa pun kamu, kamu tetap memperhatikannya.
karena toh, kamu memang hanya mencintainya kan?
kalau ada wanita lain selain dia, MATI ja lo...!!
hehe....
tapi, jika memang dia sudah mencintai orang lain (bagi yang berpacaran).
ya udah lah, pasrah aja. cinta itu gak bisa di paksakan. kamu harus mengerti itu. jika kamu berdalih, "biarpun wanita di dunia ini bejibun, (rame.red) hanya dia yg bisa mengisi ruang kosong di hati ini..." (mengisi ruang kosong? sebesar apa sih ruangan di hati lu itu? hehe kidd) kamu salah.
kamu berdalih seperti itu, karena kamu tidak membuka mata kamu lebar-lebar. kamu memandang dunia ini hanya dengan sebelah mata saja.
dan itu gak bagus,
kamu harus mengubah pola pikir yang seperti ini.
melupakannya memang bukan hal mudah, tak semudah membalikkan gorengan di kuali. (lah??)
tapi buat apa lagi mencintai seseorang yang sudah tak memiliki rasa padamu??? itu adalah perbuatan yang sia-sia.
so,,,??
aduuhh...
pake tanya lagi.
yaudah... lupakan dia.
lupakan dia secara perlahan.
kamu harus yakin, kamu pasti bisa.
"yakin usaha sampai"
tapi nih, kalau kamu merasa (kalo merasa) dia masih ada rasa sama kamu,
kamu harus menyakinkan dia, bahwa kamu adalah satu-satunya laki-laki yang pantas untuknya. dan bisa menerima dia apa adanya.
kalo untuk yang uda merid nih,
kamu bicarakan baik-baik sama 'doi'.
mustahil dia uda gak cinta sama anda lagi. yakin deh, dia itu masih sangat sayang sama anda. tapi mungkin ada perbuatan anda yang membuat dia muak dan rasanya ingin sekali tak bertemu dengan anda barang sehari aja.
tanyakan padanya (baik2 donk) apa itu...
dan berusahalah untuk merubah hal itu.
di saat seperti ini, mengungkapkan keburukannya yang anda tak suka bukan lah hal tepat. nanti saja.... ada waktunya.
misalnya, menjelang tidur. itu waktu yang pas banget untuk mengatakan hal itu.
nah, sepertinya ini aja deh yang bisa saya sampaikan.
kalau kamu-kamu punya saran, komen aja di bawah ini...
saling berbagi ya... ^_^
bye....
sampai jumpa di catatan saya yang lainnya.... :)
assalamualaikum...
tak semudah membalikkan telapak tangan...!
akhirnya..
aku wisuda. gelar Dr pun di jajarkan di awal namaku.
ada sedikit rasa bangga yang menyeruak begitu aku mendengar seseorang memanggil ku dengan sebutan "pak dokter".
dan melihat sebuah papan nama yang menempel di bajuku "Dr.hendrawan"
memang sih, aku hanya seorang psikiater.
tapi untuk mendapatkan gelar pak dokter itu tak semudah membalikkan telapak tangan.
di pesta wisuda ini, beberapa orang keluargaku hadir. bahagia sih,,, tapi ada satu hal yang membuatku sedikit tak bahagia.
"mama"
beliau tak hadir.
kabarnya sih, encoknya mama lagi kumat. jadi nggak bisa bangkit dari kasurnya.
bukannya mau tak mau, melainkan aku memang, bahkan harus, bukan harus lagi sih.. tapi aku memang akan pulang kampung dan menemui beliau.
aku harap mama bangga dengan gelar yang sudah susah payah aku dapatkan ini.
berfoto-foto sudah pasti menjadi hal yang paling utama di lakukan begitu acara wisudawan selesai di selenggarakan.
paman dan bibi mengantarkanku ke stasiun K.A esok harinya.
"sampaikan salam tante sama mamamu ya, hen..!"
"iya, tan..!" jawabku dan tersenyum.
aku masih berdiri di pintu gerbong sampai kreta api melaju. dan aku melambai-lambaikan tanganku pada sepasang suami-istri yang romantis itu.
semoga saja, suatu hari nanti aku mendapatkan calon istri yang soleha dan dapat membangun rumah tangga yang tak kalah harmonis dan romantis seperti mereka. amin ya robb
sesampainya di kampung halaman yang sangat kurindukan itu, warga kampung meyambutku dengan suka cita. anak-anak kampung berlarian mengitariku.
seraya berkata "pak dokter.. pak dokter..." aku tersenyum saja mendengar teriakan anak-anak kampung yang menggemaskan itu.
tak jauh, terlihat rumahku masih dengan cat tembok kuningnya, berdiri di antara rumah-rumah mewah masa kini, tapi ia tetap tak terlihat kumuh. walau gentengnya sudah tak lagi bersinar menyilaukan, malahan memberikan kesan darah yang melumuri seng rumahku, rumah itu tetap indah di pandang. dan di rumah itulah aku di besarkan.
seorang laki-laki bercelanakan biru pendek, aku yakin itu celana seragam sekolah SMP, tersenyum menyambutku di teras rumah.
"bang hendra..." serunya dan menyalamiku
dia adikku hendri. ia masih duduk di bangku SMP. kulitnya yang dulu putih, kini mulai gelap. mungkin, 5 tahun ku tinggal, dia suka main panas-panasan.
hendri membantuku mengangkat koper dan tas-tas berat yang sedari tadi ku jinjing.
aku mengelus kepalanya kasar. ia meringih namun tertawa
sudah lama sekali kami tak bertemu. dan sekarang dia sudah remaja. terakhir kutinggalkan, hendri masih bercelana merah dan masih setinggi pinggangku.
sekarang ia sudah hampir sama tingginya denganku.
"mama mana dek?" tanyaku
"di kamar bang, lagi ngambek..." katanya dan tertawa jahil
"ngambek kenapa??" tanyaku dan tersenyum
hendri tak menjawab.
ku sibak tirai kamar mama. pintu kamarnya di biarkan terbuka.
aku mengetuk daun pintu dan terlihatlah tubuh lemah itu sedang duduk bersandar pada kursi goyang yang menghadap ke jendela.
aku masuk, dan berdiri di belakang kursi beliau.
dari jendela ini, aku bisa melihat teras dan halaman yang dipenuhi anak-anak kampung yang bermain kelerang dan lompat tali dengan riangnya.
tak salah lagi, pasti mama sudah melihat kehadiranku lewat jendela kumuh ini.
"ma..." seruku
"mama tidak butuh, dokter yang tak bisa menyembuhkan...!"
perkataan mama bagai halilintar yang memecah jagad raya. belum sempat aku berbasa-basi, beliau sudah menghadangku dengan perkataan yang bagai pedang tajam yang menghunus ke hidungku.
"tidak ada dokter yang tidak bisa menyembuhkan...!" kataku membela diri.
mungkin mama kecewa karena aku bukanlah seorang dokter seperti yang berada di rumah sakit itu.
seperti dokter bedah, dokter umum, dokter gigi, dan lain-lain.
mungkin, menurut mama aku hanya bisa menjadi tempat curhat orang-orang yang memiliki masalah saja.
pada kenyataannya tidak seperti itu.
mungkin aku memang hanya sebatas seorang dokter jiwa saja, tapi...
ah, sudahlah... percuma menjelaskannya. mama toh tetap akan melihatku dengan sebelah mata.
"apa kamu bisa mengoprasi orang yang tertembak?" tanya mama, namun matanya sama sekali tak melirikku. aku terdiam.
"apa kamu bisa mengobati orang yang mengidap penyakit jantung? kanker? gagal ginjal,..??"
"hendra bukan dokter..." belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku
mama sudah memotongnya
"ia, kamu bukan dokter!! kamu adalah seorang dokter sampai kamu bisa mengobati penyakit orang...!"
"mama...." tak terasa air mataku jatuh juga.
aku berjalan dan berdiri di hadapan beliau. ia masih tak melihat wajahku.
aku terduduk dan memeluk kakinya erat.
bukan ini yang kuharapkan.
dulu, sewaktu aku masih kecil, mama selalu berkata padaku
"kalau sudah besar nanti, hendra mau kan, jadi dokter seperti papa?"
"mau ma..." jawabku
"biar bisa ngobatin orang kampung kita, biar bisa nyembuhin orang-orang sakit,.. hendra mau kan menolong orang sakit??"
"iya ma, mau...!" jawabku polos.
mama mencium kepalaku lembut dan mengelusnya dengan penuh kasih sayang
saat itu, mama tengah mengandung adikku hendri
aku mengelus-elus perut mama yang besar.
"kalau hendra sudah jadi dokter, hendra bisa nolongin orang melahirkan...! hendra mau punya adik kan sayang?"
"mau ma...!" jawabku girang
"kalau adiknya perempuan, mau di kasih nama apa?"
"indli..." jawabku
"indli?" mama bertanya memastikan
"indllii... indli, indli..." jawabku seraya berteriak-riak tak jelas. berharap mama mengerti, yang kumaksud itu bukan indli, tapi indri.
"ohh... indri....!"
"iya ma...!" jawabku dan terseyum
"kalau laki-laki?? namanya siapa??"
"em,,, hendli..!" jawabku mantap
"hendri??"
"..." aku mengangguk menggemaskan
"namanya sama donk, kaya kamu..."
"gak papa ma, bial adeknya cakep kayak hendla..."
"hahaha..." mama tertawa dan mendekapku erat
tapi kenyataannya, aku tidak menjadi dokter seperti yang diharapkan mama.
aku mengambil spesialis jiwa.
mama murka.
ku hapus air mataku dan melirik wajah mama yang sama sekali tak ada senyum.
"ma,, mama gak kangen sama hendra? anak mama yang ganteng ini??" tanya ku manja dan memeluk beliau mesra.
mama tak berkutik
"ayo lah ma, balas pelukan anak mama yang merindukan mamanya ini...!" rengekku.
mama masih diam
"ma..." aku mulai ngeles terlihat mama mengerutkan dahinya
"berapa tahun kamu di kota? bukannya makin dewasa, malah makin manja..."
seru mama
aku tak peduli dan memeluk beliau sekali lagi.
dan mama pun membalas pelukanku.
ya robb,, aku udah kangen banget sama bau badan mama.
pelukan hangat mama.
seandainya saja, allah memberhentikan waktu semenit aja.
aku akan sangat bahagia.
"udah ah,,.,! kamu gak malu di liat adikmu seperti ini??" mama melepaskan pelukannya dan mendorongku lemah.
"ngapain malu...! kan mama hendra sendiri. bukan mama orang...!"
sepertinya, amarah mama sudah mereda.
hendri masuk dan duduk di kasur mama.
kami pun mulai bercerita melepas rindu. sejak papa meninggal, mama seorang diri menafkahi aku dan adikku dengan tak kenal lelah.
sudah berkali-kali beliau berpindah-pindah tempat kerja.
pernah juga mama membuka rumah makan. tapi pekerjaan itu tak berlangsung lama. karena kebanyakan masyarakat kampung disini menghutang dan tak bisa membayar karena kemiskinan.
kemudian mama berpindah kerja menjadi penjahit.
hal itu juga tak berlangsung lama. karena pada dasarnya, orang-orang di kampung ini juga tak memiliki uang untuk membeli bakal dan menjahitkannya pada mama.
biasanya juga mereka membeli baju yang sudah jadi di toko. itu pun kalau mau lebaran saja. atau sehabis mendapatkan sembako.
miris memang melihat kehidupan masyarakat kampungku ini.
yah,, memang bukan kampung asli ku sih.
maka dari itu, mama sangat ingin aku menjadi dokter umum. agar bisa membuka klinik gratis bagi orang-orang kampung yang tidak mampu.
tapi begitu mendengar kabar bahwa aku mengambil specialis kejiwaan, mama sangat kecewa. karena aku tidak bisa meneruskan jejak-jejak papa sebagai seorang dokter umum.
aku wisuda. gelar Dr pun di jajarkan di awal namaku.
ada sedikit rasa bangga yang menyeruak begitu aku mendengar seseorang memanggil ku dengan sebutan "pak dokter".
dan melihat sebuah papan nama yang menempel di bajuku "Dr.hendrawan"
memang sih, aku hanya seorang psikiater.
tapi untuk mendapatkan gelar pak dokter itu tak semudah membalikkan telapak tangan.
di pesta wisuda ini, beberapa orang keluargaku hadir. bahagia sih,,, tapi ada satu hal yang membuatku sedikit tak bahagia.
"mama"
beliau tak hadir.
kabarnya sih, encoknya mama lagi kumat. jadi nggak bisa bangkit dari kasurnya.
bukannya mau tak mau, melainkan aku memang, bahkan harus, bukan harus lagi sih.. tapi aku memang akan pulang kampung dan menemui beliau.
aku harap mama bangga dengan gelar yang sudah susah payah aku dapatkan ini.
berfoto-foto sudah pasti menjadi hal yang paling utama di lakukan begitu acara wisudawan selesai di selenggarakan.
paman dan bibi mengantarkanku ke stasiun K.A esok harinya.
"sampaikan salam tante sama mamamu ya, hen..!"
"iya, tan..!" jawabku dan tersenyum.
aku masih berdiri di pintu gerbong sampai kreta api melaju. dan aku melambai-lambaikan tanganku pada sepasang suami-istri yang romantis itu.
semoga saja, suatu hari nanti aku mendapatkan calon istri yang soleha dan dapat membangun rumah tangga yang tak kalah harmonis dan romantis seperti mereka. amin ya robb
sesampainya di kampung halaman yang sangat kurindukan itu, warga kampung meyambutku dengan suka cita. anak-anak kampung berlarian mengitariku.
seraya berkata "pak dokter.. pak dokter..." aku tersenyum saja mendengar teriakan anak-anak kampung yang menggemaskan itu.
tak jauh, terlihat rumahku masih dengan cat tembok kuningnya, berdiri di antara rumah-rumah mewah masa kini, tapi ia tetap tak terlihat kumuh. walau gentengnya sudah tak lagi bersinar menyilaukan, malahan memberikan kesan darah yang melumuri seng rumahku, rumah itu tetap indah di pandang. dan di rumah itulah aku di besarkan.
seorang laki-laki bercelanakan biru pendek, aku yakin itu celana seragam sekolah SMP, tersenyum menyambutku di teras rumah.
"bang hendra..." serunya dan menyalamiku
dia adikku hendri. ia masih duduk di bangku SMP. kulitnya yang dulu putih, kini mulai gelap. mungkin, 5 tahun ku tinggal, dia suka main panas-panasan.
hendri membantuku mengangkat koper dan tas-tas berat yang sedari tadi ku jinjing.
aku mengelus kepalanya kasar. ia meringih namun tertawa
sudah lama sekali kami tak bertemu. dan sekarang dia sudah remaja. terakhir kutinggalkan, hendri masih bercelana merah dan masih setinggi pinggangku.
sekarang ia sudah hampir sama tingginya denganku.
"mama mana dek?" tanyaku
"di kamar bang, lagi ngambek..." katanya dan tertawa jahil
"ngambek kenapa??" tanyaku dan tersenyum
hendri tak menjawab.
ku sibak tirai kamar mama. pintu kamarnya di biarkan terbuka.
aku mengetuk daun pintu dan terlihatlah tubuh lemah itu sedang duduk bersandar pada kursi goyang yang menghadap ke jendela.
aku masuk, dan berdiri di belakang kursi beliau.
dari jendela ini, aku bisa melihat teras dan halaman yang dipenuhi anak-anak kampung yang bermain kelerang dan lompat tali dengan riangnya.
tak salah lagi, pasti mama sudah melihat kehadiranku lewat jendela kumuh ini.
"ma..." seruku
"mama tidak butuh, dokter yang tak bisa menyembuhkan...!"
perkataan mama bagai halilintar yang memecah jagad raya. belum sempat aku berbasa-basi, beliau sudah menghadangku dengan perkataan yang bagai pedang tajam yang menghunus ke hidungku.
"tidak ada dokter yang tidak bisa menyembuhkan...!" kataku membela diri.
mungkin mama kecewa karena aku bukanlah seorang dokter seperti yang berada di rumah sakit itu.
seperti dokter bedah, dokter umum, dokter gigi, dan lain-lain.
mungkin, menurut mama aku hanya bisa menjadi tempat curhat orang-orang yang memiliki masalah saja.
pada kenyataannya tidak seperti itu.
mungkin aku memang hanya sebatas seorang dokter jiwa saja, tapi...
ah, sudahlah... percuma menjelaskannya. mama toh tetap akan melihatku dengan sebelah mata.
"apa kamu bisa mengoprasi orang yang tertembak?" tanya mama, namun matanya sama sekali tak melirikku. aku terdiam.
"apa kamu bisa mengobati orang yang mengidap penyakit jantung? kanker? gagal ginjal,..??"
"hendra bukan dokter..." belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku
mama sudah memotongnya
"ia, kamu bukan dokter!! kamu adalah seorang dokter sampai kamu bisa mengobati penyakit orang...!"
"mama...." tak terasa air mataku jatuh juga.
aku berjalan dan berdiri di hadapan beliau. ia masih tak melihat wajahku.
aku terduduk dan memeluk kakinya erat.
bukan ini yang kuharapkan.
dulu, sewaktu aku masih kecil, mama selalu berkata padaku
"kalau sudah besar nanti, hendra mau kan, jadi dokter seperti papa?"
"mau ma..." jawabku
"biar bisa ngobatin orang kampung kita, biar bisa nyembuhin orang-orang sakit,.. hendra mau kan menolong orang sakit??"
"iya ma, mau...!" jawabku polos.
mama mencium kepalaku lembut dan mengelusnya dengan penuh kasih sayang
saat itu, mama tengah mengandung adikku hendri
aku mengelus-elus perut mama yang besar.
"kalau hendra sudah jadi dokter, hendra bisa nolongin orang melahirkan...! hendra mau punya adik kan sayang?"
"mau ma...!" jawabku girang
"kalau adiknya perempuan, mau di kasih nama apa?"
"indli..." jawabku
"indli?" mama bertanya memastikan
"indllii... indli, indli..." jawabku seraya berteriak-riak tak jelas. berharap mama mengerti, yang kumaksud itu bukan indli, tapi indri.
"ohh... indri....!"
"iya ma...!" jawabku dan terseyum
"kalau laki-laki?? namanya siapa??"
"em,,, hendli..!" jawabku mantap
"hendri??"
"..." aku mengangguk menggemaskan
"namanya sama donk, kaya kamu..."
"gak papa ma, bial adeknya cakep kayak hendla..."
"hahaha..." mama tertawa dan mendekapku erat
tapi kenyataannya, aku tidak menjadi dokter seperti yang diharapkan mama.
aku mengambil spesialis jiwa.
mama murka.
ku hapus air mataku dan melirik wajah mama yang sama sekali tak ada senyum.
"ma,, mama gak kangen sama hendra? anak mama yang ganteng ini??" tanya ku manja dan memeluk beliau mesra.
mama tak berkutik
"ayo lah ma, balas pelukan anak mama yang merindukan mamanya ini...!" rengekku.
mama masih diam
"ma..." aku mulai ngeles terlihat mama mengerutkan dahinya
"berapa tahun kamu di kota? bukannya makin dewasa, malah makin manja..."
seru mama
aku tak peduli dan memeluk beliau sekali lagi.
dan mama pun membalas pelukanku.
ya robb,, aku udah kangen banget sama bau badan mama.
pelukan hangat mama.
seandainya saja, allah memberhentikan waktu semenit aja.
aku akan sangat bahagia.
"udah ah,,.,! kamu gak malu di liat adikmu seperti ini??" mama melepaskan pelukannya dan mendorongku lemah.
"ngapain malu...! kan mama hendra sendiri. bukan mama orang...!"
sepertinya, amarah mama sudah mereda.
hendri masuk dan duduk di kasur mama.
kami pun mulai bercerita melepas rindu. sejak papa meninggal, mama seorang diri menafkahi aku dan adikku dengan tak kenal lelah.
sudah berkali-kali beliau berpindah-pindah tempat kerja.
pernah juga mama membuka rumah makan. tapi pekerjaan itu tak berlangsung lama. karena kebanyakan masyarakat kampung disini menghutang dan tak bisa membayar karena kemiskinan.
kemudian mama berpindah kerja menjadi penjahit.
hal itu juga tak berlangsung lama. karena pada dasarnya, orang-orang di kampung ini juga tak memiliki uang untuk membeli bakal dan menjahitkannya pada mama.
biasanya juga mereka membeli baju yang sudah jadi di toko. itu pun kalau mau lebaran saja. atau sehabis mendapatkan sembako.
miris memang melihat kehidupan masyarakat kampungku ini.
yah,, memang bukan kampung asli ku sih.
maka dari itu, mama sangat ingin aku menjadi dokter umum. agar bisa membuka klinik gratis bagi orang-orang kampung yang tidak mampu.
tapi begitu mendengar kabar bahwa aku mengambil specialis kejiwaan, mama sangat kecewa. karena aku tidak bisa meneruskan jejak-jejak papa sebagai seorang dokter umum.
Selasa, 20 Maret 2012
kosong by ebiet g ade
Ketika diam menjerat aku ke dalam ruang hampa
Angin berhembus, tajam mengiris, menusuk rembulan
BayanganMu seperti lenyap disapu gelombang
Perahuku terombang-ambing dan tenggelam
Ketika hening merenggut aku ke dalam galau jiwa
Suara ranting meronta-ronta, merobek mentari
DekapanMu masih terasa hangat dalam darah
Bintang-gemintang bersembunyi dalam kelam
Kosong, pikiran hampa menerawang
Kosong, langit terasa semakin gelap
Entah bermimpi tentang apa,
terpenggal-penggal
Entah sujud kepada siapa
aku berserah
Mestinya aku hanya diam dalam tawakal
atau kuurai air mata dalam sembahyang
Angin berhembus, tajam mengiris, menusuk rembulan
BayanganMu seperti lenyap disapu gelombang
Perahuku terombang-ambing dan tenggelam
Ketika hening merenggut aku ke dalam galau jiwa
Suara ranting meronta-ronta, merobek mentari
DekapanMu masih terasa hangat dalam darah
Bintang-gemintang bersembunyi dalam kelam
Kosong, pikiran hampa menerawang
Kosong, langit terasa semakin gelap
Entah bermimpi tentang apa,
terpenggal-penggal
Entah sujud kepada siapa
aku berserah
Mestinya aku hanya diam dalam tawakal
atau kuurai air mata dalam sembahyang
Sabtu, 17 Maret 2012
Ebiet G.Ade - Kupu-Kupu Kertas
Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata katamu riuh mengalir bagai gerimis
Seperti angin tak pernah diam
Selalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan berhenti menipu diri
Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram
Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari segala kekotoran
Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharapkan badai datanglah
Gemuruhnya akan
Melumatkan semua kupu kupu kertas
Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram
Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram
Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata katamu riuh mengalir bagai gerimis
Seperti angin tak pernah diam
Selalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan berhenti menipu diri
Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram
Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari segala kekotoran
Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharapkan badai datanglah
Gemuruhnya akan
Melumatkan semua kupu kupu kertas
Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram
Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram
Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram
Kamis, 15 Maret 2012
hujani pikiranku
mendung
Jika masih ada yang bertanya padaku, kenapa aku terlalu memanjakannya dengan menuruti semua permintaannya, aku tekankan sekali lagi itu karena, aku mencintainya.tapi,,
kenapa kali ini, cinta yang kurasakan bernuansa mendung?hujan kotak hati
semuanya seakan terpaksa. Kata teman-teman, aku bego' karena mencintai orang yang salah. tak banyak juga yang memperingatiku untuk berhati-hati.
"untuk saat ini mungkin dia terlihat manis, tapi kita semua gak ada yang tau, apa yang di rencanakannya untuk merusak kamu..!" kata rify padaku. ia termasuk teman terbaikku, dan mengenal baik siapa pacarku.
pertanyaannya,,,
apa dia itu tipe laki-laki yang sukanya merusak wanita saja??
"kita gak bisa bilang kalau dia itu sudah merusak, atau pun suka merusak, atau mau merusak, atau apa pun itu..! tapi sebagai wanita itu, sudah seharusnya untuk jaga diri...! kedekatan kamu sama dia meresahkan warga kampus tau...!" kiki tak mau tinggal diam begitu aku sampai di kampus dan di antar olehnya.
"kenapa sih, kalian selalu berpikiran negatif tentang dia? pamalih...! gak baik tau..! itu namanya suudzhon...!" kataku mencoba membela
kiki cuma bisa menarik nafas dan memandangku dengan tatapan iba
aku meliriknya sinis...
"bego' lu...!" kata kiki dan mendorong kepalaku dengan pulpen yang sedari tadi ia pegang untuk menulis catatan-catatan yang selalu ia bawa kemana-mana.
iya sih, memang yang dikatakan kiki ada benarnya. sebagai wanita, memang gak ada salahnya untuk jaga diri. tapi, nanda yang ku kenal, takkan melakukan hal sekeji itu padaku. lagian, dia bilang padaku bahwa dia sangat mencintaiku dan menyayangiku.
"kenapa aku bisa sesayang ini sama cewek endut kaya kamu ya?" kata nanda padaku saat kami tengah menikmati pemandangan di taman bangau. "kamu tau? dari dulu, cewek endut itu gak pernah masuk kedalam daftar cewek favorite aku...! tapi kali ini beda...!" aku tersenyum mendengar pengakuan itu darinya. tapi siapa yang tau kalau itu tulus? bisa saja kan cuma manis di mulut doank..!
"saat ini mungkin kamu bisa tersenyum senang bersamanya, tapi suatu hari nanti... kamu akan menangis tersedu-sedu dan memohon-mohon padanya seperti pengemis" perkataan putri benar-benar menyakitkan.
"elu doain gue ya! buruk amat...!" kataku berpura-pura cuek
"bukan doain,,,! cuma memperingati...!" katanya lagi dan melanjutkan membaca novel kesayangannya yang sudah lama ia baca tapi tak kunjung selesai. maklumlah, namanya juga mahasiswa.. banyak tugas yang juga minta jatah untuk di selesai kan.
"kamu mau kan jadi istri aku?" tanya nanda padaku suatu hari. aku tertawa kecil mendengarnya "kok ketawa? ada yang lucu?"
"mau gak ya??" kataku dan tertawa.
"serius nih..!" desaknya
"..." aku tersenyum dan perlahan mengangguk mengiyakan
"love you..!" katanya
"lup yu tu" jawabku dan ia mencium keningku lembut.
hari demi hari terlewati. hubungan kami pun sudah berlangsung beberapa minggu. dan sifat aslinya pun terlihat.
ia suka memaksa, dan matre'.
sepeda motor yang kumiliki, seakan-akan miliknya.
dan setiap kami pergi kencan, selalu aku yang bayar.
masih sopan jika ia beralasan dompetnya ketinggalan atau apalah..
hhss...
dan aku harus mengantarnya setiap hari sepulang dari kampus.
apa seperti itu yang dinamakan cinta?????????
"kamu itu makin lama makin begok aja ya! mau aja jadi budak dia..
aduh,,, makin hari makin aku kasihan liat kamu." kata zain. salah satu temen dekat nanda.
"aku juga ngerasa gitu..." jawabku dan menghela nafas panjang
"orang tua kamu itu, capek-capek kerja untuk nguliahin kamu.. eh di kampus kamu malah jadi ojeknya dia. kalau aku jadi cewek sih, udah aku tabok-tabok tuh anak..!" zain melihatku dalam dan kemudian menunduk sejenak dan melirikku lagi "sampai kapan kamu bisa bertahan?? dengan sifat dia yang seperti itu?"
aku tersentak...
tak pernah terpikirkan di benakku untuk berakhir. mungkin ini efek karena aku terlalu di perbudak olehnya.
entah lah,, rasanya aku begok banget.
"sampai kapan?? jawab...!" zain memaksa
aku terdiam menatap lantai sekretariat. sedangkan zain masih dalam posisinya, menatapku penuh rasa kasihan dan prihatin
***
Jumat, 24 Februari 2012
Dear Aisyah 2
Mr. Matchmakers are Confused
Siang yang terik tak melunturkan semangatku dan Andit untuk latihan basket siang ini. Berlatih oper dan dunk adalah gerakan yang sudah kami lakukan berulang kali. 1 bulan lebih beberapa hari lagi tim penguji akan datang dan menguji kemampuan kami dalam bermain basket. bagaimana pun juga aku harus mendapatkan beasiswa itu. papa yang sudah mendahului kami sekeluarga pasti bahagia melihat anak laki-laki satu-satunya ini bisa mendapatkan beasiswa. sekolah yang menjadi targetku ada 2 sekolah.
Yang pertama Royal Elite High School, yang sangat terkenal dengan klub basket dan kelas musiknya. tahu gak? Royal Elite High School itu adalah sekolah yang ellliiitttt... banget. pembelajaran di sana memakai sistem kerajaan inggris yang legendaris. Pembayaran SPP di sekolah elit itu memakai sistem tahunan. Dan dalam setahun, uang SPP yang harus di bayar itu mencapai 10 juta rupiah per kepalanya. waw... gilak!! dan di setiap tahunnya itu, sekolah elit itu membuka jalur beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi namun dari keluarga menengah kebawah. Atau bisa di bilang yang 'bukan bangsawan'.
Itulah sekolah yang akan menjadi targetku dan andit.
Sekolah kedua yang kupilih juga tak kalah elit dan favorit. yaitu sekolah Dutch Vocational High School, atau yang terkenal dengan sebutan sekolah Belanda.
Tentu kalian tau kenapa aku memilih sekolah ini. Apa lagi alasannya kalau bukan karena klub basketnya yang juga jago dan sudah terkenal di asia. uang SPP di sana juga tak kalah mahalnya loh. Sekitar 5 jutaan di setiap tahunnya.
Kenapa aku memilih kedua sekolah elit itu?
Itu karena SMP ku memiliki peluang untuk mendapatkan beasiswa yang sangat luar biasa langsung dari luar negri. dan aku yakin akan mendapatkan beasiswa itu, walau pun aku harus meninggalkan keluargaku tercinta di tanah air... toh kepergianku ke luar negri juga untuk menuntut ilmu agar aku menjadi orang sukses di masa mendatang.
eceele.. kok kesannya dramatis gini yah? hahaha...
"tu' dua,, tu' dua.." andit menghitung langkah-langkahnya saat menyilang-nyilangkan kakinya untuk latihan dunk.
"ada kemajuan gak?" tanyaku iseng di sela-sela latihan kami
"sama sekali enggak...! sebenarnya dari tadi aku tuh mikirin dia..!"
jawab andit "keluarin jurus yang merangsang dikit kek,,,!"
ha? merangsang????????? gak salah dengar nih?
"maksud loe?" tanyaku kaget
"gak usah pura-pura begok deh...!"
"..." aku diam saja menanggapinya. andit melanjutkan latihannya.
berarti usahaku selama ini masih kurang ya?
oke,, pulang sekolah nanti aku harus pulang sekolah bareng aisyah
butuh waktu lama untuk membujuk aisyah pulang bersamaku. atau... bersama kami, lebih tepatnya.
aisyah berjalan disampingku. sedangkan andit dan pipin jalan berjajaran.
sedikit-sedikit aku melirik ke arah andit
"profesional donk..!" bisik andit.
pipin yg mendengar itu mengerutkan dahinya
"jadi bener yah? kalau angga suka sama aisyah?"
what....??? #%^%&&(&%$@#!#@##
eit eit...
pipin salah tanggap nih...
aisyah langsung menghentikan langkahnya dan menatapku tanpa ekspressi
"a'... a'.. i'... itu...." aku gelagapan tak tau harus berkata apa
andit langsung tercengang dan ternganga mendengar penuturan pipin
sedangkan pipin malah tersenyum-senyum tak bersalah.
"apa itu benar, ngga??" tanya aisyah padaku dengan tatapan aneh.
"aa..." buset dah, mau jawab apa gue? masa gue bilang enggak? ntar di sangka gue benci lagi ama dia...! mustahil juga gue bilang iya, secara gitu,,, gue kan suka sama dia sebagai teman. gak lebih..!
"tuh kan,, angga malu-malu...!" seru pipin dan menyenggol sikutku kasar
sedangkan andit malah terdiam tak mampu berkata-kata.
adduuhh...
situasinya jadi gawat gini...!!
aku harus gimana??
aisyah juga akhirnya tak dapat mengatakan sepatah kata pun. kami semua diam tak berbahasa. hanya suara langkah kaki kami yang seperti irama aneh yang penuh misteri.
malam pun tiba,,
kembali aku menuliskan perihal-prihal aneh yang terjadi hari ini. tapi yang dapat aku tulis juga hanya satu kalimat tanya yang aku sendiri benar-benar tak tau harus menjawab apa,,,,!
"besok, elu ada waktu gak?"
"..." waduh,,,, gimana nih? pasti dia bakalan nampar-nampar gue nih besok.
"ada gak ngga?" tanyanya lagi memastikan
"a'... ada kok, ada..!"
"bagus...! jam berapa tuh?"
"jam 2 kali,,,!"
"ya udah, jam 2 besok siang, tunggu gue di lapangan basket ya!"
"em....ok..!"
"assalamualaikum...!"
"wa.. wa alaikum salam...."
tut.. tut,,,,
aduh...! siap-siap kena damprat nih gue...!
"tu' dua,, tu' dua.." andit menghitung langkah-langkahnya saat menyilang-nyilangkan kakinya untuk latihan dunk.
"ada kemajuan gak?" tanyaku iseng di sela-sela latihan kami
"sama sekali enggak...! sebenarnya dari tadi aku tuh mikirin dia..!"
jawab andit "keluarin jurus yang merangsang dikit kek,,,!"
ha? merangsang????????? gak salah dengar nih?
"maksud loe?" tanyaku kaget
"gak usah pura-pura begok deh...!"
"..." aku diam saja menanggapinya. andit melanjutkan latihannya.
berarti usahaku selama ini masih kurang ya?
oke,, pulang sekolah nanti aku harus pulang sekolah bareng aisyah
butuh waktu lama untuk membujuk aisyah pulang bersamaku. atau... bersama kami, lebih tepatnya.
aisyah berjalan disampingku. sedangkan andit dan pipin jalan berjajaran.
sedikit-sedikit aku melirik ke arah andit
"profesional donk..!" bisik andit.
pipin yg mendengar itu mengerutkan dahinya
"jadi bener yah? kalau angga suka sama aisyah?"
what....??? #%^%&&(&%$@#!#@##
eit eit...
pipin salah tanggap nih...
aisyah langsung menghentikan langkahnya dan menatapku tanpa ekspressi
"a'... a'.. i'... itu...." aku gelagapan tak tau harus berkata apa
andit langsung tercengang dan ternganga mendengar penuturan pipin
sedangkan pipin malah tersenyum-senyum tak bersalah.
"apa itu benar, ngga??" tanya aisyah padaku dengan tatapan aneh.
"aa..." buset dah, mau jawab apa gue? masa gue bilang enggak? ntar di sangka gue benci lagi ama dia...! mustahil juga gue bilang iya, secara gitu,,, gue kan suka sama dia sebagai teman. gak lebih..!
"tuh kan,, angga malu-malu...!" seru pipin dan menyenggol sikutku kasar
sedangkan andit malah terdiam tak mampu berkata-kata.
adduuhh...
situasinya jadi gawat gini...!!
aku harus gimana??
aisyah juga akhirnya tak dapat mengatakan sepatah kata pun. kami semua diam tak berbahasa. hanya suara langkah kaki kami yang seperti irama aneh yang penuh misteri.
malam pun tiba,,
kembali aku menuliskan perihal-prihal aneh yang terjadi hari ini. tapi yang dapat aku tulis juga hanya satu kalimat tanya yang aku sendiri benar-benar tak tau harus menjawab apa,,,,!
29 mei 2009
Dear deary...
hari yang membingungkan, apa yang harus aku lakukan??
kembali aku termenung di meja belajarku. mencoba menerka-nerka kejadian hari esok. dan tiba-tiba saja, handphone butut ku berdering memecahkan lamunan.
aisyah memanggil
aisyah nelfon gue? pasti mau ngomongin tentang tadi sore nih. aduh.. bakalan jadi masalah besar nih.
dan aku mengangkat telefon dengan antusias
"hallo...? aisyah ya?"
"hallo... iya, ni gue..!"
"em,,, ada apa ya aisy??" tanya ku "besok, elu ada waktu gak?"
"..." waduh,,,, gimana nih? pasti dia bakalan nampar-nampar gue nih besok.
"ada gak ngga?" tanyanya lagi memastikan
"a'... ada kok, ada..!"
"bagus...! jam berapa tuh?"
"jam 2 kali,,,!"
"ya udah, jam 2 besok siang, tunggu gue di lapangan basket ya!"
"em....ok..!"
"assalamualaikum...!"
"wa.. wa alaikum salam...."
tut.. tut,,,,
aduh...! siap-siap kena damprat nih gue...!
Sabtu, 18 Februari 2012
Dear aisyah 1
Cinta Andit...
Sore ini langit terlihat mendung sekali. Mama bergegas pergi ke halaman belakang untuk mengangkat jemuran. Listrik udah padam sejak jam 2 siang tadi.
Tampak adik kecilku dina ikut membantu mama di belakang. Sepertinya lampu akan menyala di tengah malam nanti. Wah, repot donk kalau begitu.
Aku bergegas mengeluarkan buku deary ku dan menuliskan beberapa kejadian yang terjadi hari ini. memang sih, aku ini laki-laki. tapi kan gak salah kalau aku tuh demen nulis-nulis buku deary..! mana aku keren banget lagi..! sstt,,, jangan bilang sama siapa-siapa ya, kalau cowok keren kayak aku ini suka nulis-nulis yang beginian. hihihi...
4 Mei 2009
dear deary..
tadi pagi andit bercerita padaku tentang perihal yang biasa. yah, tentu kamu tau sendirikan tentang apaan? biasalah.. aisyah! musuh besarnya itu baru saja membuatnya malu. gimana gak malu, aisyah melakukan three points dalam basket sedangkan andit sendiri, merebut bola itu dari tangan aisyah aja gak bisa. weleh-weleh...! naas memang. tadinya sih kukira andit bakalan marah-marah gak karuan kayak biasa. tapi nggak! sumpe gue.. andit cuma menghela nafas panjang doank.
gak kaya andit yang biasanya banget kan?
aku sih cuma diam sambil memperhatikannya. gak lama andit angkat suara juga.
"gue benci di kalahin, ama cewek lagi!! dimana harga diri gue mau di taruh men..?"
aku sih diam saja. pokoknya dia ngoceh gak jelas gitu, tapi sama sekali gak ada nada marah dalam setiap kata yang terlontar dari mulutnya. hingga pada satu titik kata aku tersentak "gue yakin, gue gak salah milih orang!! semakin sulit dikalahkan,, gue semakin ingin merebut bola itu dari tangannya, men..!"
haa..? kok gak nyambung yak??
"maksud loe dit ?"
"ya udah jelaskan? gue suka ama aisyah..!"
"whaaaaaatt...??? sejak kapan men..? kok lu baru cerita sih? bikin illfil aje lu..!"
"sejak gue gak bisa nyentuh bola basket dari tangannya..!"
widih.. buset dah..!
jadi selama ini tuh, andit suka ama aisyah? tapi kenapa dia gak jujur aja sih?
malahan sering banget buat aisyah kesel.
"tapi men, ini rahasia..! lu jangan bilang-bilang orang ya..!"
"okok..!"
"tapi ngga..! bantuin gue donk ngga..!"
"bantuin elu?? emangnya gue cupid angle..!"
"ah elu, sama temen sendiri aja pelit..! parah lu..!"
"bukannya pelit dit, masalahnya.. uda deh.. lu gak bakalan bisa dapetin aisyah..! dia itu benci banget ama elu..! susah men, buat dia bisa suka ama elu..!! bertapa dulu sana 100 tahun..!!"
kataku dan meneguk minumanku.
"lu tau..?" aku menyambung ceramahku "aisyah itu pendiriannya kuat! sekali dia benci, ya benci aja..!"
"idiih.. elu ngga,,! bikin gue putus asa aja..! seenggaknya kan gue usaha dulu..!"
"iya, usaha sih boleh-boleh aja. tapi gue nya nih yang bantuin elu,,! pasti dia susah banget kan di ajak ngobrol..!"
"pokoknya bantuin gue donk ngga..! gue bayar deh..!"
isshh... ni orang ngotot banget sih!!
dia gak sadar apa? ini bukan masalah uang..! tapi masalah betapa capeknya gue kan? bayangin aja..! gue di suruh ngomong ama batu..! apa hasilnya??
(eh, bukan maksudnya mau ngatain aisyah batu,kok..! cuma hatinya kan udah "close" gituh.. untuk andit)
"hem... oke deh..! gue coba, tapi besok yee..!"
wuuiih andit seneng banget tuh..! sampe-sampe gue di traktirin bakso pas istirahat.
gue juga nih yang susah. gak tau harus bagaimana ngadepin orang kaya aisyah. secara, ngomong ama dia aja gue gak pernah. bakalan jadi perjuangan panjang nih nampaknya...! hahaha (loh,, bukannya gue lagi pening toh? kok malah ngakak sih?? ah.. bodo ah..)
aku meletakkan kembali buku dearyku kedalam lemari dengan rapi.
semoga aja besok bisa menjadi hari yang menyenangkan. lebih baik sekarang aku mandi, trus sholat maghrib
keesokan paginya, seperti biasa aku dan andit latihan pagi di lapangan basket. secara gitu loh, permainan kami harus bagus. karena kami ingin mendapatkan rekomendasi ke universitas favorit tanpa testing. 2 bulan lagi tim penguji dari universitas yang kami elu-elukan itu akan datang. maka dari itu aku dan andit harus konsentrasi untuk mendapatkan beasiswa itu. lagian cuma dua orang yang di ambil. kami berharap banyak, semoga saja kami yang terpilih.
"ngga,,!" seru andit padaku begitu kami beristirahat di salah satu sisi lapangan
"oi?" jawabku
"jangan lupa janji elu ye,,!"
"iye..! takutan banget sih..!"
andit cuma tersenyum dan meneguk minumannya. sejurus kemudian aku bangkit dari dudukku dan pergi ke lapangan basket putri. terlihat aisyah tengah berlatih bermacam-macam gaya dalam menggiring bola bersama pipin sahabatnya sekaligus satu-satunya cewek yang bisa ngimbangin permainan aisyah. nampaknya sih, si andit mesti belajar banyak nih dari pipin. hahaha..
eiitt.. tunggu dulu...!! apa yang harus aku lakukan? memberitahukan bahwa andit menyukainya dan ingin jadi pacarnya?? bisa di damprat gue,,! gila aja..
waduh,,! gimana nih?
tampak jelas pipin dan aisyah melirik-lirik ke arahku dan berbisik. secara gitu, dari tadi itu aku cuma memperhatikan mereka tanpa melakukan sesuatu. dari pada di sangka mesum mendingan gue panggil aja deh si pipin.
"pin,,!" panggilku
jelas ia mengerutkan dahinya dan melirikku curiga
"anu.. bisa ngobrol sebentar?" pinta ku
" mau ngomong apaan? kalau gak penting, gue gak mau..!"
widih... buset dah..! ni cewek jutek juga ternyata. cocok banget emang, jadi temennya aisyah. sama-sama jutek!!
mendengar itu, aku pun kembali duduk di samping andit.
"bego' lu..!" seru andit kecewa. "seharusnya yang lu deketin itu aisyah!! bukannya pipin..!!"
"elu yang bego'..!" seruku tak terima "dimana-mana itu, kalau mau buat seseorang suka sama kita, seenggaknya kita harus deketin sahabatnya atau minimal deketin temen mainnya..!"
"ohh.. tumben lu pinter..!"
"dari dulu tau'..! weeq...!!" jawabku dan mengejeknya
"eh nnga.., elu satu kelaskan sama aisyah? coba lu duduk di samping dia..!"
"ah... bisa di kick gue..!" sergahku begitu mendengar ide gila dari andit.
"gak mungkin dia ngekick elu,elu kan cowok..! pastinya elu lebih kuat dari dia..!"
"ya allah, kenapa si andit sebego' ini sih? eh dit..! biar pun gue bisa ngelawan dia, itu gak akan gue lakuin..! karena dia itu cewek. pamalih..! gak baek...!"
"ya ile..! ternyata angga yang gue kenal itu berhati lembut kayak wanita ye..!"
"gile lu..!" kata ku. namun saat aku melihat wajah andit. ia mulai mengeluarkan jurus pamungkasnya. mata yang berkaca-kaca, bibir yang terkatup rapat, dan dahi yang dikerut-kerutkan kaya kain yang belum di setrika, bahkan lebih parah dari itu. ah.. karena aku juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, mau tak mau aku pun mengiyakan ide gila yang bisa buat aku setengah frustasi. kata-kata sastranya sih, 'demi sahabat'. ceillee..
sesampainya di kelas, aku langsung meminta dara, teman duduk aisyah untuk pindah ke kursiku yang ada di meja belakang.
"hai aisy...! gue duduk di sini ya..!"
"tumben..!" jawabnya
"hehe.. anu.. itu loh, mata gue kalo liat papan tulis, udah mulai kabur. jadi gak apa-apa kan kalau gue duduk di sini?"
aisyah menatap mataku dalam, mencari kebohongan yang aku sembunyikan. namun ia tak menemukannya karena, bisa di bilang kalau aku itu juga pandai berakting. haha.. ia menghela nafas pendek.
"yaudah..!"
YES...!! i did it...! sukur deh aku gak di bantai dulu sama aisyah. kalau gak kan, gawat banget.
hari demi hari kami lewati bersama. aku berusaha mati-matian agar aisyah melihat andit. dan tak lupa pula, pipin sebagai narasumber yang senantiasa membantuku memahami sifat asli dari aisyah. ternyata berteman dengan aisyah maupun pipin tak seburuk yang di katakan oleh kebanyakan orang. mereka baik dan suka memberi, mengedepankan sosialisasi, dan yah,,, orang yang tepat di jadikan teman. :-)
hari demi hari aku menjalankan ide gila andit, yang sepertinya sedikit mujur itu. aisyah mulai tertarik dengan andit. tapi itu juga hanya sedikit saja. aku harus berusaha lebih keras lagi.
"selamat siang anak-anak..!" sapa buk guru begitu langkahnya berhenti di balik meja kehormatannya.
"siang buk,,!" jawab para murid
"sudah baca buku kan?"
"sudah..!"
di sela-sela itu, aisyah menyenggol lenganku. segera aku melliriknya.
"aku lupa bawa buku..!" desisnya pelan
"owh..!" segera aku membagi buku teks ku dengannya. tumben yah, aisyah lupa bawa buku teks. ia tersenyum dan aku pun begitu. dia memang sangat sedikit berbicara dan tak memberikan senyumannya pada sembarang orang.
"angga..! pipin..!!"
aku tersentak begitu buk rosse memanggil namaku dan pipin.
"tolong ambilkan buku-buku yang sudah saya siapkan di kantor saya ya..!"
"baik bu.." jawab pipin
aku hanya mengikutinya dari belakang.
dia berjalan didepanku. namun sekali-kali melirik kearahku. kenapa dia begitu ya?
"hei,,, kenapa jalan di belakang?"
"eum..." enaknya di jawab apa ya..?
"segan? malu? takut?"
"em,,, semuanya!"
"hihihi.. kayak baru kenal aja..!" serunya santai dan memperlambat langkahnya.
"oh ya, tipe cowok kesukaan aisyah tuh,,, binaragawan ya?" tanyaku ngasal
"binaraga? hahhahaha... ya enggak lah..!" jawabnya "kenapa sih, setiap melihat aisyah.. atau pun aku,, pasti kesannya yang buruk-buruk gitu...!"
"em,,,"
wah, ni cewek gak nyadar juga ya kalau mereka itu galak binti golok!! hedeew...
"padahal, kami kan juga mau punya teman untuk jalan-jalan, diskusi, curhat,
tapi yang kami dapat malah tatapan berkaca-kaca..! emangnya muka kami serem apa?" ia menunduk lesu sambil melihati kakinya yang berjalan lurus satu garis.
"kenapa gak coba berinteraksi saja? toh niatnya juga baik kan? mereka pasti mengerti, kalau kalian gak seburuk yang mereka bayangkan...!" kataku
ia melirikku dan tersenyum
"iya juga sih..! oh ya ngga... dari awal kita kenalan sampai detik ini, kenapa sih kamu menanyakan tentang aisyah terus? kamu suka ya, sama aisyah?"
"hah??"
bused dah..! telah terjadi kesalapahaman besar nih. pertanyaan pipin serem banget deh,, mana mungkin aku suka sama cewek galak binti golok kayak dia..! udah bengkok nih pemahaman pipin..! harus segera diluruskan nih...
tapi gimana? perihal cinta andit ke aisyah kan rahasia...
"em,, gak kok,, hahha.."
pasti tawaku terdengar garing banget. terpaksa sih...
"masa? tapi kenapa kamu mengintrogasi aisyah sih? apalagi hal ini dirahasiakan... ada apa sih? kamu gak punya niat buruk kan sama aisyah?"
tanyanya dan menatapku penuh harap
"hahaha... gak mungkin lah gue punya niat buruk sama aisyah..!"
"ya terus,,, kenapa?"
"em,,, ya karena... karena... em,,,"
"udah jujur aja deh kalau kamu tuh suka sama dia kan? gak apa-apa,,, aku senang kok. akhirnya ada juga yang naksir sama dia...! sedangkan aku..? cantik enggak... malah nyeremin...!"
aku menatapnya yang sendu. wah, ternyata cewek kayak pipin bisa sendu juga ya? harus segera di hibur nih
"gak pin,,,! yakin deh... sebenarnya ada cowok yang suka sama kamu, tapi kamu gak tau..!" aku menatap matanya menyakinkan.
"apa?" katanya
"iya..." jawabku berharap dia bisa semangat kembali
"..." ia tersenyum dan memegang pipi kiriku dengan tangan kanannya "makasih ya ngga...! kamu memang temen yang baik deh,,,"
"eh..." aduh... kok aku deg-degan ya? di sentuh ama pipin..?? "em,,, iya pin! kalau mau curhat sama aku.. curhat aja..! aku pasti dengerin kamu kok..."
"iya ngga..! oh iya, malam minggu nanti, kamu main donk ke rumahku!"
"malam minggu? emang ada acara apaan?"
"cuma bakar-bakar doank...!"
"bakar apaan?"
"bakar sampah..! hahha " tawanya
"yee...! gak mau ah..!"
sukur deh, pipin bisa tertawa lagi. aku prihatin sama mereka berdua deh. soalnya, mereka sama sekali gak pernah tertawa lepas seperti ini dengan yang lain. melihatnya tertawa seperti ini, benar-benar membuat hatiku ikutan adem anyem.
malam ini hawanya panas banget. buat gerah, T-shirt yang sedari tadi gue pertahanin, terpaksa terlepas dari tubuh ini. tinggal boxer doank deh. kipas angin yang berputar-putar tak memberikan hawa dingin padaku. begitu selesai mengerjakan PR, aku meraih buku dearyku dan menyatat kejadian hari ini.
20 Mei 2009
Dear deary,,
aku udah pernah cerita tentang pipin dan aisyah donk pastinya..!
si kembar tapi beda yang galak abis.
tadi pipin tertawa lagi. tapi kali ini lebih renyah (emanknya kerupuk..!)
tawanya manis sih,, buat hati ikutan senang kalau melihatnya. dia kira, selama ini aku tuh suka sama aisyah karena aku suka nanya-nanya soal asiyah sama dia.
dia juga senang kalau ada orang yang menyukai aisyah.
tapi dia juga sedih, karena merasa gak ada seorang pun yang menyukainya.
jujur aku gak bisa liat temen susah, sedih, sendu, seperti itu. aku harus gimana?
aku terlanjur bilang kalau sebenarnya ada seseorang yang menyukainya. padahal... aku cuma ngasal ceplos doank. gak enak juga nih kalau omanganku cuma isapan jempol doank.
apa aku harus menjodohkan pipin juga? dengan seseorang?
bisa aja sih, tapi siapa yang mau nerima dia yang seprti itu? bingung juga nih...
Aku menutup buku dearyku. masih tak bisa menemukan jawaban pada pertanyaanku sendiri. bagaimana pun, aku akan membuat semuanya bahagia.
andit dan aisyah, pipin dan.. seseorang yang akan datang. masalah pipin sih gak janji.. tapi aku akan berusaha sebisaku untuk pipin. ya,,, untuk pipin.
keesokan paginya, seperti biasa aku dan andit latihan pagi di lapangan basket. secara gitu loh, permainan kami harus bagus. karena kami ingin mendapatkan rekomendasi ke universitas favorit tanpa testing. 2 bulan lagi tim penguji dari universitas yang kami elu-elukan itu akan datang. maka dari itu aku dan andit harus konsentrasi untuk mendapatkan beasiswa itu. lagian cuma dua orang yang di ambil. kami berharap banyak, semoga saja kami yang terpilih.
"ngga,,!" seru andit padaku begitu kami beristirahat di salah satu sisi lapangan
"oi?" jawabku
"jangan lupa janji elu ye,,!"
"iye..! takutan banget sih..!"
andit cuma tersenyum dan meneguk minumannya. sejurus kemudian aku bangkit dari dudukku dan pergi ke lapangan basket putri. terlihat aisyah tengah berlatih bermacam-macam gaya dalam menggiring bola bersama pipin sahabatnya sekaligus satu-satunya cewek yang bisa ngimbangin permainan aisyah. nampaknya sih, si andit mesti belajar banyak nih dari pipin. hahaha..
eiitt.. tunggu dulu...!! apa yang harus aku lakukan? memberitahukan bahwa andit menyukainya dan ingin jadi pacarnya?? bisa di damprat gue,,! gila aja..
waduh,,! gimana nih?
tampak jelas pipin dan aisyah melirik-lirik ke arahku dan berbisik. secara gitu, dari tadi itu aku cuma memperhatikan mereka tanpa melakukan sesuatu. dari pada di sangka mesum mendingan gue panggil aja deh si pipin.
"pin,,!" panggilku
jelas ia mengerutkan dahinya dan melirikku curiga
"anu.. bisa ngobrol sebentar?" pinta ku
" mau ngomong apaan? kalau gak penting, gue gak mau..!"
widih... buset dah..! ni cewek jutek juga ternyata. cocok banget emang, jadi temennya aisyah. sama-sama jutek!!
mendengar itu, aku pun kembali duduk di samping andit.
"bego' lu..!" seru andit kecewa. "seharusnya yang lu deketin itu aisyah!! bukannya pipin..!!"
"elu yang bego'..!" seruku tak terima "dimana-mana itu, kalau mau buat seseorang suka sama kita, seenggaknya kita harus deketin sahabatnya atau minimal deketin temen mainnya..!"
"ohh.. tumben lu pinter..!"
"dari dulu tau'..! weeq...!!" jawabku dan mengejeknya
"eh nnga.., elu satu kelaskan sama aisyah? coba lu duduk di samping dia..!"
"ah... bisa di kick gue..!" sergahku begitu mendengar ide gila dari andit.
"gak mungkin dia ngekick elu,elu kan cowok..! pastinya elu lebih kuat dari dia..!"
"ya allah, kenapa si andit sebego' ini sih? eh dit..! biar pun gue bisa ngelawan dia, itu gak akan gue lakuin..! karena dia itu cewek. pamalih..! gak baek...!"
"ya ile..! ternyata angga yang gue kenal itu berhati lembut kayak wanita ye..!"
"gile lu..!" kata ku. namun saat aku melihat wajah andit. ia mulai mengeluarkan jurus pamungkasnya. mata yang berkaca-kaca, bibir yang terkatup rapat, dan dahi yang dikerut-kerutkan kaya kain yang belum di setrika, bahkan lebih parah dari itu. ah.. karena aku juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, mau tak mau aku pun mengiyakan ide gila yang bisa buat aku setengah frustasi. kata-kata sastranya sih, 'demi sahabat'. ceillee..
sesampainya di kelas, aku langsung meminta dara, teman duduk aisyah untuk pindah ke kursiku yang ada di meja belakang.
"hai aisy...! gue duduk di sini ya..!"
"tumben..!" jawabnya
"hehe.. anu.. itu loh, mata gue kalo liat papan tulis, udah mulai kabur. jadi gak apa-apa kan kalau gue duduk di sini?"
aisyah menatap mataku dalam, mencari kebohongan yang aku sembunyikan. namun ia tak menemukannya karena, bisa di bilang kalau aku itu juga pandai berakting. haha.. ia menghela nafas pendek.
"yaudah..!"
YES...!! i did it...! sukur deh aku gak di bantai dulu sama aisyah. kalau gak kan, gawat banget.
hari demi hari kami lewati bersama. aku berusaha mati-matian agar aisyah melihat andit. dan tak lupa pula, pipin sebagai narasumber yang senantiasa membantuku memahami sifat asli dari aisyah. ternyata berteman dengan aisyah maupun pipin tak seburuk yang di katakan oleh kebanyakan orang. mereka baik dan suka memberi, mengedepankan sosialisasi, dan yah,,, orang yang tepat di jadikan teman. :-)
hari demi hari aku menjalankan ide gila andit, yang sepertinya sedikit mujur itu. aisyah mulai tertarik dengan andit. tapi itu juga hanya sedikit saja. aku harus berusaha lebih keras lagi.
"selamat siang anak-anak..!" sapa buk guru begitu langkahnya berhenti di balik meja kehormatannya.
"siang buk,,!" jawab para murid
"sudah baca buku kan?"
"sudah..!"
di sela-sela itu, aisyah menyenggol lenganku. segera aku melliriknya.
"aku lupa bawa buku..!" desisnya pelan
"owh..!" segera aku membagi buku teks ku dengannya. tumben yah, aisyah lupa bawa buku teks. ia tersenyum dan aku pun begitu. dia memang sangat sedikit berbicara dan tak memberikan senyumannya pada sembarang orang.
"angga..! pipin..!!"
aku tersentak begitu buk rosse memanggil namaku dan pipin.
"tolong ambilkan buku-buku yang sudah saya siapkan di kantor saya ya..!"
"baik bu.." jawab pipin
aku hanya mengikutinya dari belakang.
dia berjalan didepanku. namun sekali-kali melirik kearahku. kenapa dia begitu ya?
"hei,,, kenapa jalan di belakang?"
"eum..." enaknya di jawab apa ya..?
"segan? malu? takut?"
"em,,, semuanya!"
"hihihi.. kayak baru kenal aja..!" serunya santai dan memperlambat langkahnya.
"oh ya, tipe cowok kesukaan aisyah tuh,,, binaragawan ya?" tanyaku ngasal
"binaraga? hahhahaha... ya enggak lah..!" jawabnya "kenapa sih, setiap melihat aisyah.. atau pun aku,, pasti kesannya yang buruk-buruk gitu...!"
"em,,,"
wah, ni cewek gak nyadar juga ya kalau mereka itu galak binti golok!! hedeew...
"padahal, kami kan juga mau punya teman untuk jalan-jalan, diskusi, curhat,
tapi yang kami dapat malah tatapan berkaca-kaca..! emangnya muka kami serem apa?" ia menunduk lesu sambil melihati kakinya yang berjalan lurus satu garis.
"kenapa gak coba berinteraksi saja? toh niatnya juga baik kan? mereka pasti mengerti, kalau kalian gak seburuk yang mereka bayangkan...!" kataku
ia melirikku dan tersenyum
"iya juga sih..! oh ya ngga... dari awal kita kenalan sampai detik ini, kenapa sih kamu menanyakan tentang aisyah terus? kamu suka ya, sama aisyah?"
"hah??"
bused dah..! telah terjadi kesalapahaman besar nih. pertanyaan pipin serem banget deh,, mana mungkin aku suka sama cewek galak binti golok kayak dia..! udah bengkok nih pemahaman pipin..! harus segera diluruskan nih...
tapi gimana? perihal cinta andit ke aisyah kan rahasia...
"em,, gak kok,, hahha.."
pasti tawaku terdengar garing banget. terpaksa sih...
"masa? tapi kenapa kamu mengintrogasi aisyah sih? apalagi hal ini dirahasiakan... ada apa sih? kamu gak punya niat buruk kan sama aisyah?"
tanyanya dan menatapku penuh harap
"hahaha... gak mungkin lah gue punya niat buruk sama aisyah..!"
"ya terus,,, kenapa?"
"em,,, ya karena... karena... em,,,"
"udah jujur aja deh kalau kamu tuh suka sama dia kan? gak apa-apa,,, aku senang kok. akhirnya ada juga yang naksir sama dia...! sedangkan aku..? cantik enggak... malah nyeremin...!"
aku menatapnya yang sendu. wah, ternyata cewek kayak pipin bisa sendu juga ya? harus segera di hibur nih
"gak pin,,,! yakin deh... sebenarnya ada cowok yang suka sama kamu, tapi kamu gak tau..!" aku menatap matanya menyakinkan.
"apa?" katanya
"iya..." jawabku berharap dia bisa semangat kembali
"..." ia tersenyum dan memegang pipi kiriku dengan tangan kanannya "makasih ya ngga...! kamu memang temen yang baik deh,,,"
"eh..." aduh... kok aku deg-degan ya? di sentuh ama pipin..?? "em,,, iya pin! kalau mau curhat sama aku.. curhat aja..! aku pasti dengerin kamu kok..."
"iya ngga..! oh iya, malam minggu nanti, kamu main donk ke rumahku!"
"malam minggu? emang ada acara apaan?"
"cuma bakar-bakar doank...!"
"bakar apaan?"
"bakar sampah..! hahha " tawanya
"yee...! gak mau ah..!"
sukur deh, pipin bisa tertawa lagi. aku prihatin sama mereka berdua deh. soalnya, mereka sama sekali gak pernah tertawa lepas seperti ini dengan yang lain. melihatnya tertawa seperti ini, benar-benar membuat hatiku ikutan adem anyem.
malam ini hawanya panas banget. buat gerah, T-shirt yang sedari tadi gue pertahanin, terpaksa terlepas dari tubuh ini. tinggal boxer doank deh. kipas angin yang berputar-putar tak memberikan hawa dingin padaku. begitu selesai mengerjakan PR, aku meraih buku dearyku dan menyatat kejadian hari ini.
20 Mei 2009
Dear deary,,
aku udah pernah cerita tentang pipin dan aisyah donk pastinya..!
si kembar tapi beda yang galak abis.
tadi pipin tertawa lagi. tapi kali ini lebih renyah (emanknya kerupuk..!)
tawanya manis sih,, buat hati ikutan senang kalau melihatnya. dia kira, selama ini aku tuh suka sama aisyah karena aku suka nanya-nanya soal asiyah sama dia.
dia juga senang kalau ada orang yang menyukai aisyah.
tapi dia juga sedih, karena merasa gak ada seorang pun yang menyukainya.
jujur aku gak bisa liat temen susah, sedih, sendu, seperti itu. aku harus gimana?
aku terlanjur bilang kalau sebenarnya ada seseorang yang menyukainya. padahal... aku cuma ngasal ceplos doank. gak enak juga nih kalau omanganku cuma isapan jempol doank.
apa aku harus menjodohkan pipin juga? dengan seseorang?
bisa aja sih, tapi siapa yang mau nerima dia yang seprti itu? bingung juga nih...
Aku menutup buku dearyku. masih tak bisa menemukan jawaban pada pertanyaanku sendiri. bagaimana pun, aku akan membuat semuanya bahagia.
andit dan aisyah, pipin dan.. seseorang yang akan datang. masalah pipin sih gak janji.. tapi aku akan berusaha sebisaku untuk pipin. ya,,, untuk pipin.
Langganan:
Postingan (Atom)









